FROMULA JENIS GAJI

1.Absen
Keterangan :
Berfungsi untuk mengetahui status ketidakhadiran karyawan atau status mangkir karyawan pada setiap kehadiran yang sedang diproses.
Return Value : 1 (TRUE) ; 0(FALSE)
Sumber: Karyawan>>Daftar Kehadiran Karyawan>>Kolom Absen.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: -
Contoh Kasus:
1.Misalnya potongan absen sebesar 100.000, maka rumusnya adalah IF(Absen()=1,-100000,0).
2.Contoh lainnya, misalnya seorang karyawan pada hari Sabtu tidak absen dan kerja di atas 5 jam, mendapatkan upah 20.000 setiap satu jam. Jika di bawah 5 jam, mendapatkan 10.000 setiap satu jam. Maka, dapat menggunakan formula: IF(AND(Absen=0,MenitKerjaPerHari()>300),20000*FLOOR(MenitKerjaPerHari()/60),10000*FLOOR(MenitKerjaPerHari()/60).

2.AdaJadwalTambahan
Keterangan : Berfungsi untuk mengetahui adanya Jadwal Tambahan karyawan pada setiap kehadiran yang sedang diproses
Return Value : 1 (Ada) ; 0(Tidak ada)
Sumber: Kehadiran>>Daftar Kehadiran Karyawan>>Kolom Additional ScheduleNo.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki jadwal tambahan pada hari Minggu, maka mendapat upah sebesar 50.000 pada hari tersebut. Hal ini dapat menggunakan formula IF(JadwalTambahan()=1,50000,0).

3.BranchNo
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui nomor cabang yang digunakan karyawan saat ini.
Return Value : 1 (Multatuli) ; 2 (Krakatau), dst, berdasarkan Branch No. Misalnya nilai 1 adalah Multatuli, dan nilai 2 adalah Krakatau.
Sumber: Karyawan>>Karyawan>>Data Karyawan>>Currrent Branch No.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus:
1.Misalnya, cabang nomor 1 mendapat upah kerajinan 100.000, sementara cabang lainnya tidak. Dapat menggunakan formula: IF(BranchNo()=1,100000,0).
2.Contoh lainnya, jika cabang nomor 2 mendapatkan uang transportasi sebesar 50000, sementara cabang lainnya tidak, maka dapat menggunakan formula: IF(BranchNo()=2,50000,0).

4.BreakIn
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil jam Break In karyawan pada setiap kehadiran yang sedang diproses.
Return Value : (?)= Opsional. Nilai return sesuai dengan waktu break in. Misalnya, melakukan BreakIn pada 12:59, maka return valuenya adalah 12,59. Jika Break In pada kehadiran kosong, maka return nilainya -1.
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>Break In.
Jenis: Loop Returnable. Satuan: Jam
Contoh kasus:
1.Misalnya, seorang karyawan yang melakukan break in di atas pukul 1 terkena potongan sebesar 10.000, dengan formula: IF(Breakin()>13.00,-10000,0).
2.Seorang karyawan yang melakukan break in di bawah pukul 1 mendapat upah 12.000, dengan formula: IF(BreakIn()<13.00,12000,0).

5.BreakOut
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil jam Break Out karyawan pada setiap kehadiran yang sedang diproses.
Return Value : (?)= Opsional. Nilai return sesuai dengan waktu BreakOut. Misalnya, melakukan break out pada 12:03, maka return valuenya adalah 12,03. Jika Break Out pada kehadiran kosong, maka return nilainya -1.
Sumber: Karyawan>>Kehadiran Karyawan>>Break Out.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: Jam.
Contoh kasus:
Misalnya, seorang karyawan yang melakukan break out di bawah pukul 12.00 terkena potongan 10.000, dengan formula: IF(Breakout()<12.00,-10000,0).

6.BulanBerjalan
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai bulan pada setiap kehadiran yang sedang diproses. Contoh: BulanBerjalan()=4 berarti bulan 4 (April).
Return Value : 1 (January) ; 2 (Februari) , dst berdasarkan Bulan Berjalan. Misalnya nomor 1 adalah Januari, nomor 2 adalah Februari.
Sumber: Bulan pada periode penggajian.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus: Misalnya, pada tanggal 17 Agustus 2018, seorang karyawan mendapat uang pulsa sebesar 200.000 dengan formula:IF(AND(TglBerjalan()=17,BulanBerjalan()=8),200000,0).

7.CheckIn
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil jam check in karyawan pada setiap kehadiran yang sedang diproses.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan waktu check in. Misalnya, melakukan Check In pada pukul 8:59, maka return valuenya adalah 8,59 (dalam bentuk desimal). Jika Check In pada kehadiran kosong, maka return nilainya -1.
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>CheckIn.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: Jam.
Contoh kasus:
1.Misalnya, seorang karyawan melakukan Check In di atas pukul 09:00 dikenakan potongan 10.000, dengan formula: IF(CheckIn()>9.00,-10000,0).
2.Seorang karyawan melakukan Check In di bawah pukul 08:30 diberi upah kerajinan sebesar 20.000, dengan formula: IF(CheckIn()<8.30,20000,0).

8.CheckOut
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil jam Check Out karyawan pada setiap kehadiran yang sedang diproses
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan waktu check out. Misalnya, melakukan Check Out pada pukul 17:03, maka return valuenya adalah 17,03. Jika Check Out pada kehadiran kosong, maka return nilainya -1.
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>CheckOut.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: Jam.
Contoh kasus:
1.Misalnya, seorang karyawan yang melakukan Check Out di bawah pukul 17.00, dikenakan potongan 30.000, dengan formula: IF(CheckOut()<17.00,-30000,0).
2.Karyawan melakukan check out di atas pukul 17.00 mendapat upah 5.000, dengan formula: If(CheckOut()>17.00,5000,0).

9.CutiHarianSebelum
Keterangan : Digunakan untuk mengambil nilai sisa cuti karyawan sebelum diproses kehadiran per harinya pada periode yang sedang diproses tersebut.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai Cuti Harian Sebelum sesuai dengan sisa cuti sebelum diproses. Misalnya seorang karyawan memiliki sisa cuti sebanyak 5 hari pada periode sebelumnya, maka nilai returnnya adalah 5.
Jenis : Loop Returnable.
Satuan : Hari.
Contoh Kasus : Misalnya seorang karyawan memiliki sisa cuti pada periode sebelumnya sebanyak 8 hari,

10.CutiHarianSesudah
Keterangan : Digunakan untuk mengambil nilai sisa cuti karyawan sesudah diproses kehadiran per harinya pada periode yang sedang diproses tersebut.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai Cuti Harian Sesudah sesuai dengan sisa cuti sesudah diproses. Misalnya seorang karyawan memiliki sisa cuti sebanyak 7 hari pada periode sesudah diproses, maka nilai returnnya adalah 7.
Jenis : Loop Returnable.
Satuan : Hari.
Contoh Kasus :

11.CutiTerpakai
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui seberapa banyak jumlah cuti yang terpakai pada periode tertentu.
Return Value : (?)= Opsional. Nilai return sesuai dengan cuti terpakai. Misalnya cuti yang terpakai 2, maka return valuenya adalah 2.
Sumber : Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>SUM(Leave Value).
Jenis : Unloop Returnable Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memakai cuti lebih dari 4 dalam periode tertentu, maka akan dikenakan potongan 100.000, dengan formula: IF(CutiTerpakai()>4,-100000,0).

12.DayNo
Keterangan: Untuk mengambil nilai dari Hari. Contoh :=DayNo()=3; ini menandakan Hari Rabu.
Return Value : 0 (Minggu) ; 1 (Senin) ; 2(Selasa) ; 3(Rabu) ; 4(Kamis) ; 5 (Jumat) ; 6 (Sabtu).
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>Tanggal.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan bekerja di atas 2 jam pada hari Sabtu akan mendapatkan upah kerajinan sebesar 50000, dengan formula: IF(AND(DayNo()=6,MenitKerjaPerHari()>=120),50000,0).
2.Contoh lainnya, karyawan bekerja pada hari Senin-Jumat mendapatkan gaji 20000 setiap satu jam, jika pada hari Sabtu 15000 setiap satu jam, dengan menggunakan formula: IF(OR(DayNo()=DayNo=1,DayNo=2,DayNo=3,DayNo4,DayNo5),20000FLOOR(MenitKerjaPerHari()/60),15 000*FLOOR(MenitKerjaPerHari()/60).

13.DepartmentNo
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui nomor department karyawan saat ini.
Return Value : 1 (Support) ; 2 (HRD) , dst. Berdasarkan nomor pada data department. Misalnya nilai 1 adalah Support, nilai 2 adalah HRD.
Sumber: Karyawan>>Karyawan>>Data Karyawan>>Current DepartmentNo.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus:
1.Misalnya pada Departemen 1 (Support), seorang karyawan mendapat uang pulsa sebesar 20.000, dengan formula: IF(DepartmentNo()=1,20000,0).
2.Contoh lainnya, karyawan di departemen 2 (HRD) mendapat uang transportasi sebesar 50.000, dengan formula: IF(DepartmentNo()=2,50000,0).

14.DivisionNo
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui nomor divisi karyawan saat ini.
Return Value : 1 (IT); 2 (Marketing); 3 (Buruh);dst. Berdasarkan nomor pada daftar divisi. Misalnya, nilai 1 adalah IT, nilai 2 adalah Marketing, nilai 3 adalah buruh.
Sumber: Karyawan>>Karyawan>>Data Karyawan>>Current DivisionNo.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus:
1.Misalnya pada Divisi 4 , seorang karyawan mendapat uang transport 50.000, dengan formula: IF(DivisiNo()=4,50000,0).
2.Contoh lainnya, karyawan pada Divisi 2 mendapat uang pulsa 20.000, dengan formula: IF(DivisiNo()=2,20000,0).

15.EmployeeMarriageNo
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui nomor status pernikahan karyawan. Return Value : 1 (Single); 2 (Menikah) ; 3 (Widower). Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>Relation No. Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan yang telah menikah akan mendapatkan upah tambahan sebesar 200.000, dengan formula: IF(EmployeeMarriageNo()=2,200000,0).
2.Contoh lainnya, karyawan yang berstatus widower mendapat tunjangan sebesar 100.000, dengan formula: IF(EmployeeMarriageNo()=3,100000,0).

16.EmployeeStatusNo
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui nomor status karyawan.
Return Value : 1 (Kontrak); 2 (Permanen); 3 (Freelance), 4 (Part Time).
Sumber: Karyawan>>Karyawan>>Data Karyawan>>Current EmployeeStatusNo.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus:
1.Misalnya, jika seorang karyawan yang berstatus permanen, maka mendapat uang pulsa sebesar 20.000, dengan formula: IF(EmployeeStatusNo()=1,20000,0).
2.Contoh lainnya adalah jika seorang karyawan yang berstatus part time, maka mendapat potongan uang makan sebesar 12.000 dengan formula: IF(EmployeeStatusNo()=4,-12000,0).

17.EndDayPeriode
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui tanggal akhir periode proses penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan EndDayPeriode. Misalnya hari terakhir periode adalah tanggal 20, maka nilai return valuenya adalah 20.
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>Sampai Tanggal.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Tanggal.
Contoh kasus: Misalnya satu periode adalah setiap tanggal 20, dan jika seorang karyawan keluar sebelum tanggal periode, contohnya keluar pada tanggal 17, maka akan dikenakan potongan 100.000 perhari sebelum tanggal periode dengan formula: IF(TanggalKeluar()>EndDayPeriode(),24*100000,((24*100000),((24*100000)-((EndDayPeriode()-TanggalKeluar())*100000)).

18.EndMonthPeriode
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui bulan berakhirnya periode proses penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan End Month Periode. Misalnya bulan terakhir periode penggajian adalah bulan Desember, maka nilai return valuenya adalah 12. Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>Sampai Tanggal.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Bulan.
Contoh kasus: Misalnya setiap akhir periode penggajiannya pada bulan 5 (Mei), maka mendapat upah tambahan sebanyak 100.000 pada setiap karyawan. Hal ini dapat menggunakan formula IF(EndMonthPeriode()=5,100000,0).

19.EndYearPeriode
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui tahun berakhirnya periode proses penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan End Year Periode. Misalnya tahun terakhir periode penggajian adalah tahun 2018, maka return valuenya adalah 18.
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>Sampai Tanggal.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Tahun.
Contoh kasus: Misalnya perusahaan akan memberikan bonus akhir tahun kepada setiap karyawannya ketika masa akhir periode penggajian tanggal 31 Desember 2018 , maka dapat menggunakan formula : IF( AND( EndDayPeriode()=31, EndMonthPeriode()=12,EndYearPeriode()= 2018),1000000,0)

20.HasNPWP
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui apakah karyawan memiliki NPWP atau tidak.
Return Value : 1 (TRUE) ; 0 (FALSE)
Sumber: Karyawan>>Data Karyawan>>NPWP. (tidak ada kolom return 0 1).
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan : -
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki NPWP akan mendapatkan upah tambahan sebesar 200.000, dengan formula: IF(HasNPWP()=1,200000,0).

21.IsLibur
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui status hari libur pada setiap kehadiran yang diproses.
Return Value : 1 (Libur); 0 (Tidak libur)
Sumber: Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Libur (kolom hari libur).
Jenis: Loop Returnable.
Satuan : -
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan yang libur pada hari tersebut akan mendapatkan upah sebesar 20.000, dengan formula: IF(IsLibur()=1,20000,0).

22.IsOff
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui status Jadwal off karyawan pada setiap kehadiran yang diproses. NB : Jadwal OFF yang diproses merupakan OFF yang diinput dari Jadwal, bukan dari menu Hari OFF.
Return Value : 1 (Jadwal OFF) ; 0 (Tidak OFF)
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>IsOff.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan : -
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan yang off pada hari tersebut mendapat upah sebesar 50.000, dengan formula: IF(IsOff()=1,50000,0).

23.JadwalNo
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui nomor jadwal karyawan pada setiap kehadiran yang diproses.
Return Value : 1 (Jadwal shift pagi), 2 (Jadwal shift sore), 3 (Jadwal shift malam). Misalnya nilai 1 adalah jadwal shift pagi, nilai 2 adalah jadwal shift sore, nilai 3 adalah jadwal shift malam.
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>Schedule No.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan : -
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan yang bekerja pada shift malam dengan nomor jadwal 3 akan mendapatkan upah lembur sebesar 100.000, dengan formula: IF(JadwalNo()=3,100000,0). 2.Contoh lainnya adalah jika seorang karyawan bekerja pada shift sore mendapatkan uang makan sebesar 10.000, dengan formula: IF(JadwalNo()=2,10000,0).

24.JumlahAbsen
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai jumlah ketidakhadiran karyawan dalam satu periode.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Absen. Misalnya karyawan memiliki jumlah absen sebanyak tiga kali, maka return valuenya adalah 3.
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: - Kali.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki 5 ketidakhadiran dalam satu periode akan dikenakan potongan 200.000, dengan formula: IF(JumlahAbsen()=5,200000,0) .

25.JumlahCepatIstirahat
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari berapa kali seorang karyawan cepat melakukan istirahat (Break Out sebelum jam mulai istirahat).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Cepat Istirahat. Misalnya karyawan 5 kali melakukan Break Out sebelum jam mulai istirahat, maka return valuenya adalah 5.
Sumber: Kehadiran>>Kehadiran Karyawan>>Schedule No.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan empat kali melakukan Break Out sebelum jam mulai istirahat, dikenakan potongan sebesar 10.000 setiap kali melakukan cepat istirahat, dengan formula: JumlahCepatIstirahat*-10000.
2.Contoh lainnya jika seorang karyawan melakukan Break Out sebelum jam mulai istirahat lebih dari 10 kali, maka akan dikenakan potongan 50.000 dengan formula: IF(JumlahCepatIStirahat()>10,50000+(JumlahCepatIstirahat*10000),JumlahCepatIstirahat*10000).

26.JumlahHariKerja
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari jumlah hari kerja pada daftar kehadiran dalam satu periode yang memiliki menit kerja.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Hari Kerja. Misalnya jumlah hari kerja sebanyak 25 hari, maka return valuenya adalah 25.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan dengan gaji harian sebesar 100.000 perhari, jika tidak bekerja tidak diberikan upah. Dapat menggunakan formula: JumlahHariKerja*100000.

27.JumlahHariLembur
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari berapa jumlah hari lembur yang terdapat dalam satu periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Hari Lembur. Misalnya memiliki 4 hari lembur, maka return valuenya adalah 4.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan memiliki lebih 5 kali hari lembur dalam satu periode, akan mendapat upah sebesar 300.000, dengan formula: IF(JumlahHariLembur()>5,300000,0). 2.Contoh lainnya jika hari lembur di atas 5 hari, mendapat upah 2.000 setiap menitnya. Namun jika di bawah 5 hari maka hanya mendapat 1.000 setiap menitnya. Ini dapat memakai formula: IF(JumlahHariLembur()>5,MenitLemburPerhari*2000,MenitLemburPerhari*1000).

28.JumlahHariLibur
Keterangan: Mengambil nilai jumlah hari libur yang terdapat dalam satu periode penggajian yang diinput dimenu hari libur.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Hari Libur. Misalnya terdapat 5 hari libur, maka return valuenya adalah 5.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya hari libur sebanyak 6 kali dalam satu periode, akan mendapatkan upah sebesar 200.000, dengan formula: IF(JumlahHariLibur()=6,200000,0).

29.JumlahHariOff
Keterangan: Mengambil nilai jumlah hari off yang terdapat dalam satu periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Hari Off. Misalnya terdapat 2 hari off, maka return valuenya adalah 2.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus:
1.Misalnya hari off sebanyak lebih dari 3 hari dalam satu periode, akan mendapatkan potongan sebesar 200.000. Dapat menggunakan formula: IF(JumlahHariOff()>3,-200000,0).

30.JumlahHariPeriode
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui banyaknya hari dalam periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai returnnya sesuai dengan Jumlah Hari Periode. Misalnya tanggal 21 April 2018 -20 Mei 2018 terdapat 30 hari dalam satu periode, maka return valuenya adalah 30.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus:
1.Misalnya karyawan dengan gaji harian, akan diberi upah sesuai dengan gaji perhari. Jika gaji perhari sebesar 70000, maka dapat menggunakan formula: JumlahHariPeriode*70000. 2.Contoh lainnya adalah memberikan potongan pada karyawan yang tidak hadir dihitung dari JumlahHariPeriode-JumlahHariKerja. Misalnya jumlah hari periode adalah 30 dan jumlah hari kerja adalah 25, maka dapat menggunakan formula: (JumlahHariPeriode-JumlahHariKerja)*-70000.

31.JumlahHariSebulan
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai jumlah hari dalam setiap bulan yang berjalan.
Return Value : Misalnya dalam bulan Febuari terdapat tanggal 1-29, maka jumlah hari dalam bulan Febuari adalah 29 hari. Return valuenya adalah 29.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable. Satuan: Hari.
Contoh kasus:
1.Misalnya karyawan dengan gaji harian, akan dihitung sesuai dengan banyaknya hari dalam satu bulan tersebut dengan formula: 80000*JumlahHariSebulan.
2.Contoh lainnya adalah memberikan potongan pada karyawan yang tidak hadir dihitung dari JumlahHariSebulan-JumlahHariKerja. Misalnya, jumlah hari sebulan adalah 29 dan jumlah hari kerja adalah 26, maka dapat menggunakan formula: (JumlahHariSebulan-JumlahHariKerja)*-80000.

32.JumlahIzin
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari jumlah izin dalam periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Izin. Misalnya terdapat empat kali jumlah izin, maka return valuenya adalah 4. Jika dalam 1 hari terdapat 2 kali izin, maka akan dihitung sebanyak 2 kali.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan memiliki izin dalam periode penggajian, dikenakan potongan sebesar 50.000 setiap kali jumlah izin, dengan formula: JumlahIzin *-50000.
2.Contoh lainnya adalah jika jumlah izin di atas 5 kali, maka dikenakan potongan 50.000 ditambah dengan 50.000 perharinya, dapat menggunakan formula: IF(JumlahIzin()>5,-50000+(JumlahIzin*-50000),JumlahIzin*-50000).

33.JumlahJadwal
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyaknya jadwal kehadiran karyawan dalam satu periode.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Jadwal. Misalnya terdapat sebanyak 28 jumlah jadwal pada kehadiran dengan periode tertentu, maka return valuenya adalah 28.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh Kasus: Jika karyawan memiliki dua puluh delapan jumlah jadwal, maka gaji dihitung sesuai dengan jumlah jadwal tersebut. Ini dapat menggunakan formula: 80000*JumlahJadwal.

34.JumlahJamKerja
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil total dari jumlah menit kerja dalam satu periode.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Jam Kerja. Misalnya jumlah jam kerja karyawan dalam satu periode sebanyak 11.000 menit, maka return valuenya adalah 11000.
Sumber: - SUM(TotalJamKerja)
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan bekerja di atas 10.000 menit dalam satu periode, akan mendapatkan tambahan upah kerajinan sebanyak 100.000. Dapat menggunakan formula: IF(JumlahJamKerja()>10000,100000,0).

35.JumlahJenisAbsensi
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyaknya absensi (dari menu absensi) karyawan dalam satu periode.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan jumlah absensi yang diinput dalam menu absensi. Misalnya jumlah absensi sebanyak tiga kali, maka return valuenya adalah 3.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh Kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah absensi dalam satu periode sebanyak tiga kali atau lebih, akan mendapatkan potongan sebesar 100.000. Dapat menggunakan formula: IF(JumlahJenisAbsensi()>=3,-100000,0).

36.JumlahKehadiran
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai hari kehadiran karyawan dalam satu periode.
Return Value : (?)Opsional=Nilai return sesuai dengan Jumlah Kehadiran pada Data Kehadiran, tetapi jika terdapat 2 kehadiran pada tanggal yang sama maka akan tetap terhitung 1 hari. Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah kehadiran sebanyak 27 hari, maka return valuenya adalah 27.
Sumber: -
Jenis:
Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh Kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah kehadiran dalam satu periode sebanyak lebih dari 25 hari, akan mendapat upah tambahan sebesar 100.000. Dapat menggunakan formula: IF(JumlahKehadiran()>25,100000,0).

37.JumlahLupaBreak
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari jumlah lupa break (tidak breakout ataupun breakin istirahat) pada satu periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Lupa Break. Misalnya jumlah lupa break sebanyak enam kali, maka return valuenya adalah 6.
Sumber:
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan memiliki lupa break, dikenakan potongan 10.000 setiap lupa break, dengan formula: JumlahLupaBreak*-10000.
2.Contoh lainnya adalah jika terdapat lupa break di atas 5 kali, akan dikenakan potongan 100.000 dan dengan 10.000 setiap lupa breaknya, dapat menggunakan formula: IF(JumlahLupaBreak()>5,-100000+(JumlahLupaBreak*-10000),JumlahLupaBreak*-10000).

38.JumlahLupaCheckIn
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari jumlah lupa Check in (tidak melakukan CheckIn).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan JumlahLupaCheckIn. Misalnya jumlah lupa check in ada empat kali, maka return valuenya adalah 4.
Sumber:
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan lupa check in, dikenakan potongan 10.000 setiap lupa check in, dengan formula: JumlahLupaCheckIn*-10000.
2.Contoh lainnya, jika seorang karyawan melakukan lupa check in di atas 6 kali, akan dikenakan potongan 50.000 dan ditambah dengan 10000 setiap kali lupa check in. Dapat menggunakan formula: IF(JumlahLupaCheckOut()>6,-50000+(JumlahLupaCheckOut*-10000),JumlahLupaCheckIn*-10000).

39.JumlahLupaCheckOut
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari jumlah lupa Check Out (tidak melakukan Check Out).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan jumlah lupa check out. Misalnya seorang karyawan melakukan lupa check out sebanyak 5 kali, maka return valuenya adalah 5.
Sumber:
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah lupa check out, dikenakan potongan 10.000 setiap lupa check out, dengan formula: JumlahLupaCheckOut*-10000.
2.Contoh lainnya, jika seorang karyawan memiliki jumlah lupa check out di atas 8 kali akan dikenakan potongan 100.000 dan ditambah dengan 10.000 setiap kali lupa check outnya. Kasus ini dapat menggunakan formula: IF(JumlahLupaCheckOut()>8,-100000+(JumlahLupaCheckOut*-10000),JumlahLupaCheckOut*-10000).

40.JumlahMenitLembur
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari total Lembur per periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Menit Lembur. Misalnya karyawan memiliki jumlah menit lembur sebanyak 120 menit, maka return valuenya adalah 120.
Sumber:
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan yang memiliki jumlah menit lembur di atas 1000 menit, mendapatkan upah sebesar 400.000, dengan formula: IF(JumlahMenitLembur()>1000,400000,0).

41.JumlahPulangCepat
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari Jumlah Pulang Cepat (melakukan CheckOut sebelum jam pulang).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Pulang Cepat. Misalnya memiliki jumlah pulang cepat sebanyak tujuh kali, maka return valuenya adalah 7.
Sumber:
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus:
1.Misalnya seorang karyawan melakukan pulang cepat, dikenakan potongan 40.000 setiap jumlah pulang cepat, dengan formula: JumlahPulangCepat* -20000.
2.Contoh lainnya jika karyawan memiliki pulang cepat di atas 5 kali, maka dikenakan potongan 50.000 dan ditambah dengan potongan 40.000 di setiap jumlah pulang cepatnya. Ini dapat menggunakan formula: IF(Jumlah PulangCepat()>5,-50000+(JumlahPulangCepat*-40000),JumlahPulangCepat*-40000).

42.JumlahSakit
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari Jumlah Sakit per periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Sakit. Misalnya jumlah sakit sebanyak lima, maka return valuenya adalah 5.
Sumber:
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah sakit di atas 5 kali, dikenakan potongan 20.000 setiap kali jumlah sakit, dengan formula: JumlahSakit*-20000.

43.JumlahTanggungan
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil jumlah tanggungan dari jumlah tanggungan yang diinput di data karyawan.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Tanggungan. Misalnya jumlah tanggungan seorang karyawan sebanyak lima orang, maka return valuenya adalah 5.
Sumber: Karyawan>>Karyawan>>Daftar Karyawan>>Total Children.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Personal.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah tanggungan sebanyak 3 orang, dengan 100.000 setiap orang tanggungan, maka memakai formula: JumlahTanggungan*10000.

44.JumlahTelatBalikIstirahat
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari berapa kali telat balik istirahat (Break In melewati jam balik istirahat) per periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Telat Balik Istirahat. Misalnya terdapat empat kali jumlah telat balik istirahat, maka return valuenya adalah 4.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah telat balik sebanyak 5 kali, dikenakan potongan 10.000 setiap kali jumlah telat balik, dengan formula: JumlahTelatBalikIstirahat*-10000.

45.JumlahTelatDatang
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari berapa kali telat datang (Check In melewati jam masuk kerja).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Telat Datang. Misalnya terdapat delapan kali jumlah telat datang, maka return valuenya adalah 8.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki jumlah telat datang di atas 4 kali, dikenakan potongan 10.000 setiap kali jumlah telat datang, dengan formula: JumlahTelatDatang*-10000.

46.JumlahSenin
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyak hari Senin pada periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Senin. Misalnya terdapat empat hari Senin, maka return valuenya adalah 4.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya terdapat 4 hari Senin dalam periode penggajian, dan seorang karyawan membayar uang iuran sebesar 10.000 setiap hari senin, dengan formula: JumlahSenin*10000.

47.JumlahSelasa
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyak hari Selasa pada periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Selasa. Misalnya terdapat lima hari Selasa, maka return valuenya adalah 5.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya terdapat 4 hari Selasa dalam periode penggajian, dan seorang karyawan membayar uang kebersihan sebesar 5.000, dengan formula: JumlahSelasa*5000.

48.JumlahRabu
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyak hari Rabu pada periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Rabu. Misalnya terdapat empat hari Rabu, maka return valuenya adalah 4.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya terdapat 5 hari Rabu dalam periode penggajian, dan seorang karyawan membayar uang arisan sebanyak 50.000, dengan formula: JumlahRabu *-50000.

49.JumlahKamis
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyak hari Kamis pada periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Kamis. Misalnya terdapat empat hari Kamis, maka return valuenya 4.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya terdapat 4 hari Kamis dalam periode penggajian, dan seorang karyawan membayar uang jula-jula sebanyak 100.000, dengan formula: JumlahKamis*100000.

50.JumlahJumat
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil banyak hari Jumat pada periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Jumat. Misalnya terdapat lima hari Jumat, maka return valuenya adalah 5.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya terdapat 5 hari Jumat dalam periode penggajian, dan seorang karyawan membayar sedekah sebesar 5.000, dengan formula: JumlahJumat*-5000.

51.JumlahSabtu
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyak hari Sabtu pada periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Sabtu. Misalnya terdapat empat hari Sabtu, maka return valuenya adalah 4.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya terdapat 4 hari Sabtu dalam periode penggajian, dan seorang karyawan mendapat upah tambahan sebesar 20.000, dengan formula: JumlahSabtu*20000.

52.JumlahMinggu
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyak hari Minggu pada periode penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Jumlah Minggu. Misalnya terdapat lima hari Minggu, maka return valuenya adalah 5.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya terdapat 4 hari Minggu dalam periode penggajian, dan seorang karyawan mendapatkan upah hari libur sebesar 10.000, dengan formula: JumlahMinggu*10000.

53.LamaKerja
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai lama kerja (lama kerja dimulai dari tanggal masuk kerja sampai dengan tanggal akhir penggajian).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Lama Kerja. Misalnya lama kerja 1 tahun, maka return valuenya adalah 1.
Sumber: Penggajian>>Daftar Penggajian>>Work Length.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Tahun.
Contoh kasus: Misalnya, nilai 0,5 menandakan seorang karyawan tersebut telah bekerja selama setengah tahun, nilai 1 menandakan seorang karyawan tersebut telah bekerja selama 1 tahun, dan seterusnya. Contohnya, jika seorang karyawan telah bekerja selama lebih dari 5 tahun akan mendapatkan uang dedikasi sebesar 500.000. Hal ini dapat mengunakan formula: IF(LamaKerja()>5,500000,0).

54.LamaKerjaPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil menit kerja dari jadwal dalam satu hari.
Return Value : (?)Opsional=Nilai return sesuai dengan Lama Kerja Perhari karyawan. Misalnya seorang karyawan bekerja 400 menit dalam satu hari maka return valuenya adalah 400.
Sumber : Kehadiran Karyawan>>Daftar Kehadiran>>Total Time
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit
Contoh Kasus: Misalnya seorang karyawan bekerja lebih dari 400 menit perhari, akan mendapat upah sebanyak 50.000, namun jika bekerja di bawah 400 menit akan mendapat upah sebanyak 30.000 saja. Dapat menggunakan formula: IF(LamaKerjaPerhari()>400,50000,30000)

55.LimitBudget
Keterangan: Digunakan untuk mengambil Budget Limit pada karyawan.
Return Value : (?)Opsional=Nilai return sesuai dengan Limit Budget pada karyawan. Misalnya limit budget sebesar 500.000, maka return valuenya adalah 500000.
Sumber : Karyawan>>Daftar Karyawan>>Budget Limit.
Jenis : Unloop Returnable.
Satuan: Nominal.
Contoh Kasus: Misalnya perusahaan memberikan budget sebesar 300.000 sebagai transaksi dalam satu periode, kemudian jika seorang karyawan telah menggunakan transaksi sebesar 350.000melebihi dari budget yang diberikan, maka karyawan tersebut dikenai potongan gaji sebesar jumlah yang melebihi budget tersebut, maka dapat menggunakan formula: IF(TotalTransaksi()>LimitBudget(),-(TotalTransaksi()-LimitBudget()),0).

56.MenitCepatIstirahatPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit cepat istirahat perhari.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Cepat Istirahat karyawan. Misalnya terdapat 5 menit lebih cepat, maka return valuenya adalah 5.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Cepat Istirahat.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan melakukan cepat istirahat di atas 5 menit , dikenakan potongan 10.000, dengan formula: IF(MenitCepatIstirahat()>5,-10000,0).

57.MenitIstirahatPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit istirahat per hari karyawan.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Istirahat PerHari. Misalnya karyawan melakukan istirahat sebanyak 40 menit, maka return valuenya adalah 40.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Total Break.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan istirahat kurang dari 30 menit, maka akan mendapatkan upah tambahan sebesar 20.000, dengan formula: IF(MenitIstirahatPerhari()<30,20000,0).

58.MenitIzinPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit izin per hari.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Izin Per Hari. Misalnya karyawan mengambil izin sebanyak 240 menit, maka return valuenya adalah 240.
Sumber : -
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan mengambil izin perhari dengan potongan 2.000 setiap menitnya, maka dapat menggunakan formula: MenitIzinPerHari*2000.

59.MenitKerjaPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit kerja per hari.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Kerja PerHari. Misalnya karyawan bekerja selama 480 menit, maka return valuenya adalah 480.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Total Jam Kerja.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan yang bekerja di atas 240 menit mendapatkan uang makan sebesar 10.000, dengan formula: IF(MenitKerjaPerHari()>240,10000,0).

60.MenitLemburCepatDatangPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit lembur cepat datang per hari (Check In sebelum jam masuk kerja).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Lembur Cepat Datang Per Hari. Misalnya karyawan memiliki menit cepat datang selama 60 menit, maka return valuenya adalah 60.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Lembur Cepat Datang.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki menit cepat datang perhari di bawah 60 menitmendapatkan upah 50.000, dengan formula: IF(MenitLemburCepatDatangPerHari()>60,50000,0).

61.MenitLemburPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari semua menit lembur per hari (menit lembur cepat datang + menit lembur telat pulang).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Lembur Per Hari. Misalnya karyawan memiliki menit lembur sebanyak 120 menit, maka return valuenya adalah 120. Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Total Lembur.
Jenis : Loop Returnable Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki menit lembur perhari di atas 120 menit, mendapatkan upah 100.000, dengan formula: IF(MenitLemburPerHari()>120,100000,0).

62.MenitLemburTelatPulangPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk bengambil nilai dari menit lembur telat pulang per hari ( Check Out melewati jam akhir pulang kerja).
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Lembur Telat Pulang Per Hari. Misalnya karyawan melewati jam pulang sebanyak 70 menit, maka return valuenya adalah 70.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Lembur Telat Pulang.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan melewati jam akhir pulang kerja di atas 60 menit perhari, mendapatkan upah 50.000, dengan formula: IF(MenitLemburTelatPulangPerHari()>60,50000,0).

63.MenitPulangCepatPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit pulang cepat per hari.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai Menit Pulang Cepat Per Hari. Misalnya karyawan pulang 15 menit lebih cepat, maka return valuenya adalah 15.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Pulang Cepat.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan pulang lebih cepat di atas 10 menit, dikenakan potongan 20.000, dengan formula: IF(MenitPulangCepatPerHari()>10,-20000,0).

64.MenitTelatBalikIstirahatPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit telat balik istirahat per hari.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai Menit Telat Balik Istirahat Per Hari. Misalnya karyawan telat balik istirahat selama 15 menit , maka return valuenya adalah 15.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Telat Balik Istirahat.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit. Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan telat balik istirahat di atas 5 menit, dikenakan potongan 10.000, dengan formula: IF(MenitTelatBalikIstirahatPerHari()>5,-10000,0).

65.MenitTelatPerHari
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit telat per hari.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai Menit Telat Per Hari. Misalnya karyawan telat 10 menit perhari, maka return valuenya adalah 10.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Telat.
Jenis : Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan telat 10 menit perhari, dan setiap menit dikenakan potongan 1.000, maka dapat menggunakan formula: MenitTelatPerHari*-1000.

66.NilaiCuti
Keterangan: Mengambil banyaknya cuti yang digunakan dalam periode penggajian.

67.NilaiGaji
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai pada nominal yang diinput pada data karyawan.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Nilai Gaji. Misalnya nilai gaji karyawan adalah 2000.000, maka return valuenya adalah 2000000.
Sumber: Karyawan>>Data Karyawan>>Kolom Jumlah pada Tab Gaji dan Tunjangan.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Nominal.
Contoh kasus: Misalnya setiap karyawan memiliki nilai gaji yang berbeda pada satu periode penggajian, maka dapat menggunakan formula: NilaiGaji*JumlahHariKerja.

68.PenyesuaianCepatIstirahat
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total penyesuaian cepat istirahat yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai Penyesuaian Cepat Istirahat sesuai dengan total yang diinput.
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Jumlah Istirahat Cepat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

69.PenyesuaianAbsen
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total penyesuaian absen yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Nilai Absensi.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

70.PenyesuaianCepatIstirahatPerHariDalamMenit
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total menit penyesuaian cepat istirahat yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Nilai Istirahat Cepat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh Kasus:

71.PenyesuaianLupaBreakIn
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total penyesuaian lupa break in yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Tidak Break In.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

72.PenyesuaianLupaBreakOut
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total penyesuaian lupa break out yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Tidak Break Out.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

73.PenyesuaianLupaCheckIn
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total penyesuaian lupa check in yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Tidak Check In.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

74.PenyesuaianLupaCheckOut
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total penyesuaian lupa check out yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Tidak Check Out.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

75.PenyesuaianPulangCepat
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total penyesuaian pulang cepat yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Jumlah Pulang Cepat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

76.PenyesuaianPulangCepatPerHariDalamMenit
Keterangan: Digunakan untuk mengambil total menit penyesuaian pulang cepat yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Nilai Pulang Cepat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh Kasus:

77.PenyesuaianSakit
Keterangan:
Digunakan untuk mengambil total penyesuaian sakit yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Nilai Penyesuaian.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali
Contoh Kasus:

78.PenyesuaianTelatBalikIstirahat
Keterangan:
Digunakan untuk mengambil total penyesuaian talat balik istirahat yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Jumlah Telat Istirahat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

79.PenyesuaianTelatBalikIstirahatPerHariDalamMenit
Keterangan:
Digunakan untuk mengambil total menit penyesuaian telat balik istirahat yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Nilai Telat Istirahat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh Kasus:

80.PenyesuaianTelatDatang
Keterangan:
Digunakan untuk mengambil total penyesuaian telat datang yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Jumlah Datang Telat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

81.PenyesuaianTelatDatangPerHariDalamMenit
Keterangan:
Digunakan untuk mengambil total menit penyesuaian telat datang yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Nilai Datang Telat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh Kasus:

82.PositionNo
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui nomor jabatan karyawan saat ini.
Return Value: 1 (Manager); 2 (Head IT); 3(Progammer); 4(Writer);dst, berdasarkan nomor jabatan position. Return valuenya nilai 1 adalah manager, nilai 2 adalah Head IT, nilai 3 Programmer, nilai 4 adalah Writer, dst.
Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>Current PositionNo.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan yang berada di posisi Head IT (2), mendapatkan uang jabatan sebesar 100.000, dengan formula: IF(PositionNo()=2,100000,0).

83.PPHClaim
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui jumlah nilai claim yang termasuk PPH pada satu periode penggajian yang sedang diproses.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return PPH Claim sesuai dengan jumlah nilai yang termasuk PPH. Misalnya PPH Claim sebesar 10.000, maka nilai returnnya adalah 10000.
Sumber: Lain-Lain>>Klaim>>Jenis Klaim>>Jenis Klaim Baru.
Jenis: Nominal.
Contoh kasus: Misalnya

84.PPHPemotongan
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui jumlah nilai pemotongan yang termasuk PPH pada satu periode penggajian yang diproses.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return PPH Pemotongan sesuai dengan jumlah nilai pemotongan yang termasuk PPH. Misalnya PPH Claim sebesar 20.000, maka nilai returnnya adalah 20000.
Sumber: Lain-Lain>>Pemotongan>>Jenis Pemotongan>>Jenis Pemotongan Baru.
Jenis: Nominal.
Contoh kasus:

85.PPHPendapatan
Keterangan: Digunakan untuk mengetahui jumlah nilai pendapatan yang termasuk PPH pada satu periode penggajian yang diproses.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return PPH Pendapatan sesuai dengan jumlah nilai pendapatan yang termasuk PPH. Misalnya PPH Claim sebesar 50.000, maka nilai returnnya adalah 50000.
Sumber: Lain-Lain>>Pendapatan>>Jenis Pendapatan>>Jenis Pendapatan Baru.
Jenis: Nominal.
Contoh kasus:

86.Pria
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui jenis kelamin karyawan.
Return Value : 1 (Pria) ; 0 (Wanita)
Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>Is Male.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus: Jika karyawan seorang pria, maka bernilai 1, jika karyawan tersebut wanita, maka bernilai 0. Contoh: Jika seorang karyawan wanita mendapatkan uang make up sebanyak 100.000, maka dapat menggunakanformula : IF(Pria()=0,100000,0).

87.ReligionNo
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui agama karyawan tersebut.
Return Value: 1(Islam); 2(Kristen); 3(Hindu); 4(Buddha); dst berdasarkan religion no. Return valuenya nilai 1 adalah Islam, nilai 2 adalah Kristen, nilai 3 adalah Hindu, nilai 4 adalah Buddha.
Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>ReligionNo.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus: Misalnya jika karyawan beragama muslim (1) membayar uang sedekah setiap bulannya sebanyak 10.000, maka menggunakan formula: IF(ReligionNo()=1,-10000,0).

88.SisaBulan
Keterangan:
Berfungsi untuk mengetahui banyak bulan yang tersisa pada tahun ini sebelum memasuki tahun yg akan datang.
Return Value: Jika periode penggajian berakhir pada bulan Mei, maka tersisa tujuh bulan lagi menuju akhir tahun. Maka return value dari sisa bulan adalah 7.
Sumber:-
Jenis:
Unloop Returnable.
Satuan: Bulan.
Contoh Kasus: Misalnya

89.SisaCuti
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil banyaknya jumlah sisa cuti yang sedang berjalan.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return Sisa Cuti sesuai dengan jumlah sisa cuti yang sedang berjalan. Misal nya terdapat 5 sisa cuti yang sedang berjalan, maka nilai returnnya adalah 5.
Sumber: Karyawan>>Cuti/PH>>Data Cuti/PH>> Total Left.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki sisa cuti sebanyak 3 hari , maka perusahaan mengganti sisa cuti tersebut dengan uang sebanyak 80.000 setiap jumlah sisa cuti pada akhir tahun. Hal ini dapat menggunakan formula: SisaCuti*80000.

90.SisaCutiTerpakai
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil banyaknya jumlah cuti yang dipakai saat jumlah sisa cuti sudah di bawah 0.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return Sisa Cuti Terpakai sesuai dengan jumlah cuti yang dipakai saat jumlah sisa cuti sudah di bawah 0. Misalnya terdapat sisa cuti terpakai -4, maka nilai returnnya adalah 4.
Sumber: Karyawan>>Data Karyawan>>IF(remaining leave <0,SUM(Leave Value),0).
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki sisa cuti terpakai sebanyak 4, maka karyawan tersebut mendapat potongan sebanyak 50.000 setiap kali jumlah sisa cuti yang terpakai. Hal ini dapat menggunakan formula: SisaCutiTerpakai*-50000.

91.SisaHari
Keterangan:
Berfungsi untuk mengetahui banyak hari yang tersisa pada tahun ini sebelum memasuki tahun yg akan datang.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Sisa Hari. Misalnya pada tanggal 25 Desember 2017, berarti sisa 6 hari lagi menuju akhir tahun. Maka return valuenya adalah 6. Sumber:
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Hari.
Contoh kasus:

92.SisaIstirahatPerHari
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil nilai dari menit sisa istirahat per hari.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Sisa Istirahat Per Hari. Misalnya karyawan memiliki sisa menit istirahat sebanyak 30 menit, maka return valuenya adalah 30.
Sumber: Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Sisa Menit Istirahat.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki waktu istirahat sebanyak 60 menit dan menggunakan waktu istirahatnya sebanyak 20 menit saja, maka menit istirahat karyawan tersebut masih tersisa 40 menit lagi . Karyawan tersebut akan mendapatkan upah tambahan sebesar 10.000 apabila memiliki sisa menit istirahat diatas 30 menit, maka dapat menggunakan formula: IF(SisaIstirahatPerhari()>30,10000,0).

93.SisaMinggu
Keterangan:
Berfungsi untuk mengetahui banyak minggu yang tersisa pada tahun ini sebelum memasuki tahun yg akan datang.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Sisa Minggu. Misalnya terdapat pada minggu ke-3 bulan Desember, maka tersisa 1 minggu lagi menuju akhir tahun. Dengan begitu, return valuenya adalah 1.
Sumber:
Jenis:
Unloop Returnable.
Satuan: Minggu.
Contoh kasus:

94.StartDayPeriode
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui tanggal dimulainya periode proses penggajian.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Start Day Periode. Misalnya proses penggajian satu periode dimulai pada tanggal 25, maka return valuenya adalah 25.
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>Kerja Dari.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Tanggal.
Contoh kasus: Jika periode penggajian di atas tanggal 10, maka karyawan mendapat penggantian upah sebesar 50.000 dengan formula: IF(StartDayPeriode()>10,50000*10,0). Jika tanggal awal periode lebih besar dari 20, maka StartDayPeriode

95.StartMonthPeriode
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui bulan dimulainya periode proses penggajian.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Start Month Periode. Misalnya proses penggajian satu periode dimulai pada bulan Januari, maka return valuenya adalah 1.
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>Kerja Dari.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Bulan.
Contoh kasus: Misalnya dalam periode penggajian sampai tanggal 25, lalu jika periode penggajian di atas tanggal 10, maka karyawan mendapat penggantian uang sebesar 50.000 dengan formula: IF(StartDayPeriode()>10,50000*10,0).

96.StartYearPeriode
Keterangan: Berfungsi untuk mengetahui tahun awal periode proses penggajian.
Return Value : (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Start Year Periode. Misalnya tahun awal periode adalah tahun 2018, maka return valuenya adalah 18.
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>Kerja Dari.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Tahun.
Contoh kasus:

97.SudahKeluar
Keterangan:
Berfungsi untuk mengetahui status karyawan tersebut sudah keluar atau belum di rentang periode penggajian.
Return Value : 1 (TRUE) ; 0 (FALSE)
Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>Kolom Sudah Keluar.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh kasus:

98.TahunBerjalan
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil nilai tahun pada setiap kehadiran yang diproses.
Return Value : Misalnya tanggal 1 Januari 2018, maka return valuenya 2018.
Sumber: Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Tanggal.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: Tahun.
Contoh kasus:

99.TanggalAkhirPeriode
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil tanggal dari akhir periode saat proses penggajian sebagai perbandingan. Formula ini hanya bisa digunakan sebagai pembanding dengan formula lainnya yang bernilai tanggal juga seperti TanggalAwalPeriode.
Return Tanggal (#MM/dd/yyyy#)
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian >>Sampai Tanggal. Jenis: Unloop Unreturnable.
Satuan: Tanggal.
Contoh kasus:

100.TanggalAwalPeriode
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil tanggal dari awal periode saat proses penggajian sebagai perbandingan. Formula ini hanya bisa digunakan sebagai pembanding dengan formula lainnya yang bernilai tanggal juga seperti TanggalAkhirPeriode.
Return Tanggal (#MM/dd/yyyy#)
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>Kerja Dari.
Jenis: Unloop Unreturnable.
Satuan: Tanggal.
Contoh kasus:

101.TanggalKeluar
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil tanggal keluar karyawan sebagai perbandingan. Formula ini hanya bisa digunakan sebagai pembanding dengan formula lainnya yang bernilai tanggal juga seperti Tanggal Akhir Periode.
Return Tanggal (#MM/dd/yyyy#).
Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>Date Out.
Jenis: Unloop Unreturnable.
Satuan: Tanggal.
Contoh Kasus :

102.TanggalMasuk
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil tanggal masuk karyawan sebagai perbandingan. Formula ini hanya bisa digunakan sebagai pembanding dengan formula lainnya yang bernilai tanggal juga seperti Tanggal Akhir Periode.
Return Tanggal (#MM/dd/yyyy#)
Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>Tanggal Masuk.
Jenis: Unloop Unreturnable.
Satuan: Tanggal.
Contoh Kasus : Misalnya tanggal masuk lebih besar dari tanggal periode, maka karyawan mendapat tambahan sebesar 80000. Hal ini dapat menggunakan formula: IF(TanggalMasuk()>TanggalAwalPeriode(),(TanggalAkhirPeriode()-TanggalMasuk())*80000,0).

103.TglBerjalan
Keterangan: Berfungsi untuk mengambil nilai tanggal pada setiap kehadiran yang diproses.
Return Value : Misalnya tanggal 1 Januari 2018, maka return valuenya 1.
Sumber: Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Tanggal.
Jenis: Loop Returnable.
Satuan: Tanggal.
Contoh kasus: Misalnya pada setiap tanggal 17 Agustus, karyawan mendapat bonus tambahan sebesar 50000. Ini dapat menggunakan fromula: TglBerjalan*50000.

104.TotalMenitCepatIstirahat
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil nilai total menit cepat istirahat karyawan.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Total Menit Cepat Istirahat. Misalnya seorang karyawan memiliki menit cepat istirahat sebanyak 30 menit, maka return valuenya adalah 30.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>(SUM)Cepat Istirahat.
Jenis : Unloop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki total menit cepat istirahat di atas 30 menit, maka dikenakan potongan 100.000, maka dapat menggunakan formula: IF(TotalMenitCepatIstirahat()>30,-100000,0).

105.TotalMenitTelat
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil nilai total menit telat datang.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Total Menit Telat. Misalnya memiliki total menit telat datang sebanyak 20 menit, maka return valuenya adalah 20.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Telat.
Jenis : Unloop Returnable.
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki total menit telat datang di atas 20 menit, maka dikenakan denda 50.000, dengan formula: IF(TotalMenitTelat()>20,-5000,0).

106.TotalMenitTelatBalikIstirahat
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil nilai total menit telat balik dari jam istirahat.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Total Menit Telat Balik Istirahat. Misalnya karyawan memiliki total menit balik istirahat di atas30 menit, maka return valuenya adalah 30.
Sumber : Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Telat Balik Istirahat.
Jenis : Unloop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki total menit telat balik istirahat di atas30 menit, maka dikenakan denda sebanyak 100.000, dengan formula: IF(TotalMenitTelatBalikIstirahat()>30,-100000,0).

107.TotalPenilaian
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil nilai dari total keseluruhan Penilaian yang didapatkan dalam periode penggajian.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Total Penilaian. Misalnya seorang karyawan memiliki total penilaian sebanyak 2 kali, maka return valuenya adalah 2.
Satuan: Kali.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki total penilaian sebanyak 1 kali dikenakan tambahan potongan sebesar 100.000, dengan formula: IF(TotalPenilaian()>=1,100000,0).

108.TotalSP
Keterangan:
Berfungsi mengambil nilai dari total keseluruhan Peringatan yang didapatkan dalam periode penggajian.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Total SP. Misalnya karyawan memiliki total SP sebanyak 3 kali, maka return valuenya adalah 3.
Sumber: Penggajian>>Daftar Gaji>>Data Penggajian>>TotalSP.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Kali.
Contoh kasus: Misalnya seorang karyawan memiliki total SP lebih dari 3 kali, maka dikenakan tambahan potongan sebesar 50.000, dengan formula: IF(TotalSP()>3,-50000,0).

109.TotalTransaksi
Keterangan:
Berfungsi untuk menghitung total transaksi budget pada suatu periode penggajian.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Total Transaksi. Misalnya karyawan melakukan transaksi sebesar 200.000, maka return valuenya adalah 200000.
Sumber: Karyawan>>Daftar Karyawan>>Budget Limit.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Nominal.
Contoh kasus: Misalnya perusahaan memberikan budget sebesar 30.000 sebagai transaksi dalam satu periode, kemudian seorang karyawan telah menggunakan total transaksi sebanyak 280.000, maka dapat menggunakan formula: IF(TotalTransaksi()>=300000,-280000,0)

110.Umur
Keterangan:
Berfungsi untuk mengambil nilai umur karyawan tersebut.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Umur. Misalnya karyawan berumur 22 tahun 6 bulan, maka return valuenya adalah 22,5.
Sumber: -
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: Tahun.
Contoh kasus: Setiap karyawan yang berusia di atas 50 tahun mendapatkan uang tunjangan hari tua sebesar 100.000 , maka dapat menggunakan formula: IF(Umur()>50,100000,0).

111.CurrencyNo
Keterangan:
Digunakan untuk mengetahui nomor mata uang yang digunakan karyawan saat ini.
Return Value : 1 (Rupiah) Berdasarkan nomor pada data mata uang. Misalnya nilai 1 adalah Rupiah. Sumber: Karyawan>>Karyawan>>Data Karyawan>>CurrencyNo.
Jenis: Unloop Returnable.
Satuan: -
Contoh Kasus:

112.GradeLevelNo
Keterangan:
Digunakan untuk mengetahui nomor golongan karyawan saat ini.
Return Value: 1 (Harian) , 2 (Bulanan) , dst Berdasarkan nomor pada data golongan.
Sumber: Karyawan>>Karyawan>>Data Karyawan>>GradeLevelNo
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: -
Contoh Kasus:

113.MenitKerjaNetPerHari
Keterangan:
Digunakan untuk mengetahui nilai jam kerja dikurang waktu menit istarahat dalam setiap kehadiran yang sedang diproses.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Kerja Net Per Hari. Misalnya seorang karyawan memiliki menit kerja sebanyak 480 menit, lalu dikurang menit istirahat sebanyak 60 menit. Maka nilai menit kerja sebanyak 420 menit, dan return valuenya adalah 420.
Sumber: Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Total Work Hours Net.
Jenis: Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh kasus:

114.MenitKerjaRealNetPerHari
Keterangan:
Digunakan untuk mengetahui nilai jam kerja dikurang nilai menit istirahat dikurang menit izin dan ditambah menit lembur dalam setiap kali proses kehadiran.
Return Value: (?)=Opsional. Nilai return sesuai dengan Menit Kerja Real Net Per Hari. Misalnya seorang karyawan memiliki 480 menit kerja per hari, lalu dikurang menit istirahat sebanyak 60 menit, kemudian dikurang menit izin sebanyak 60 menit, dan ditambah menit lembur sebanyak 120 menit, maka menit kerja real net per hari sebanyak 480 menit, sehingga return valuenya adalah 480.
Sumber: Kehadiran>>Daftar Kehadiran>>Total Real Work Hours Net.
Jenis: Loop Returnable
Satuan: Menit.
Contoh Kasus:

115.PenyesuaianIzin
Keterangan:
Digunakan untuk mengambil total penyesuaian izin yang diinput pada menu Penyesuaian Absen Karyawan dalam suatu periode penggajian.
Return Value: Unloop Returnable.
Sumber: Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Nilai Penyesuaian.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

116.SisaMenitIstirahat
Keterangan:
Digunakan untuk mengambil total nilai sisa menit istirahat yang tidak digunakan oleh karyawan.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Penyesuaian Data Karyawan>>Data Penyesuaian Absen Karyawan>>(SUM)Jumlah Istirahat Cepat.
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: Kali.
Contoh Kasus:

117.SPActive()
Keterangan:
Digunakan untuk mengetahui jumlah surat peringatan yang masih berlaku pada periode yang sedang diproses.
Return Value:
Sumber:
Karyawan>>Karyawan>>Data Karyawan>>
Jenis: Unloop Returnable
Satuan: -
Contoh Kasus: