Jenis Gaji Baru

5.1 Menu Karyawan
5.1.1 Jenis Gaji

        Menu gaji berfungsi untuk menambah atau membuat jenis gaji misalnya, penggajian untuk lembur, gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan khusus, potongan BPJS, potongan absen, dan jenis panggajian lainnya. Berikut merupakan langkah-langkah untuk menambahkan jenis gaji.
1. Klik menu Karyawan>>Jenis Gaji>>Jenis Gaji Baru.
2. Setelah tampilan jenis gaji muncul, tentukan nama “Kode Gaji”, “Nama Gaji”, kemudian masukkan formulanya dengan menekan tombol “Buka Editor”.
3. Berikut merupakan tampilan dari Formula Editor untuk membuat rumus penggajian. Pada tampilan tersebut terdapat beberapa menu yaitu, menu Fungsi, Lainnya, Aggregat, Nilai Default (Tax), Variable, dan Bantuan. Di dalam setiap menu tersebut terdapat jenis-jenis fungsi yang digunakan untuk membuat rumus. 
 

 
       Pada tampilan formula editor ketikkan rumus penggajian yang ingin dibuat, seperti rumus gaji pokok, tunjangan jabatan, potongan absen, dan rumus lainnya. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa contoh rumus dan penjelasan atas Penggajian perhari, di mana izin dan sakit tidak dihitung , Tunjangan makan , Penggajian berdasarkan hari di mana sakit maupun izin dihitung sebagai hari kerja , Pemotongan gaji karena absen dan absen tidak ada potongan. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk pembuatan penggajian tersebut.
1. Buka “Formula Editor”, pada area formula masukkan tanda “=” (sama dengan). Tanda ini digunakan untuk mengkalkulasi semua fungsi yang dimasukkan.
2. Kemudian klik menu “Fungsi”, cari dan pilih fungsi “Nilai Gaji()”. Sesuai dengan namanya, Nilai Gaji adalah nilai default atau nilai gaji perhari yang diberikan.
3. Masukkan tanda “*”, digunakan sebagai faktor pengkali.
4. Klik kembali menu “Fungsi”, cari dan pilih “JumlahHariKerja()”. Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah hari kerja karyawan dalam satu periode (biasanya periode penggajian adalah satu bulan). Berikut ini merupakan tampilan rumus yang telah dibuat:
 

 
5. Pada tampilan editor, masukkan formulanya. Berikut ini merupakan contoh formula untuk penghitungan Tunjangan makanan.
 

Penjelasan : Menit kerja perhari dibagi 60, jika hasilnya lebih besar atau sama dengan 4 (empat) maka, akan mendapatkan uang makan Rp 20.000, jika hasilnya lebih kecil dari 4 (empat) maka, tidak mendapat tunjangan makan.

5.1.1.1 Penggajian Perhari, Izin, dan Sakit Dihitung
       Jika izin dan sakit dihitung sebagai hari kerja, maka untuk pembuatan rumusnya adalah sebagai berikut.
1. Ikuti kembali langkah-langkah seperti di atas, di mana rumus yang tertampil adalah “NilaGaji() * JumlahHariKerja()”. Di depan fungsi JumlahHariKerja() ketikkan tanda “(”, sehingga menjadi “NilaGaji()*(JumlahHariKerja()” dan di belakangnya tambahkan tanda “+” (tambah).
2. Klik menu Fungsi klik dan pilih fungsi JumlahIzin, masukkan kembali tanda “+” kemudian tambahkan fungsi JumlahSakit(), kemudian tambahkan tanda “)” di belakangnya. Berikut merupakan tampilan rumusnya. 
 

 
      Penggajian Perbulan ditambah Tunjangan serta Pemotongan absen pada rumus penggajian sebelumnya tidak dilakukan pemotongan absen di mana nilai gaji yang diberikan dalam satu periode adalah nilai gaji perhari dikali jumlah hari masuk kerja ditambah jumlah izin dan sakit. Rumus yang akan dibuat pada tutorial ini adalah rumus penggajian perbulan dan ditambah rumus pemotongan absen. Berikut merupakan langkah-langkahnya.
1. Tentukan Kode Gaji dan Nama Gaji. Pada gambar 5.5, dapat dilihat kode gajinya adalah “GPO”, nilai dari kode tersebut akan digunakan untuk mengurangi nilai gaji perperiode karena tidak hadir atau absen.
2. Klik tombol Buka Editor untuk membuat rumus penggajiannya. Pada tampilan formula editor, masukkan tanda “=”, kemudian klik menu fungsi cari dan klik NilaiGaji(), kemudian simpan rumus yang telah dibuat. 
 

 
3. Buat jenis penggajian baru untuk Tunjangan. Cara pembuatannya sama dengan pembuatan Gaji Pokok.
4. Tentukan kode gaji. Dapat dilihat pada Gambar 5.5, Kode Gaji yang diberikan adalah =NilaiGaji().
5. Setelah selesai dengan Tunjangan, buat kembali jenis gaji baru, yaitu untuk pemotongan gaji karena absen, tentukan Kode Gaji serta Nama Gajinya, misalnya kode gajinya adalah PAB dengan nama gaji Pemotongan Absen. Berikut merupakan tampilan rumusnya yang akan dibuat.
 

 
6.Pada tampilan menu editor tanda “-” digunakan untuk memberi nilai negative terhadap rumus yang dibuat dan tanda “=” digunakan untuk mengkalkulasi semua rumus.
7. [GPO] diambil dari rumus gaji pokok yaitu, kode gaji pokok yang sebelumnya telah dibuat yakni, diambil dari menu Nilai Default>>Gaji Pokok.
8. [TNJ] diambil dari rumus tunjangan yaitu, dari menu Nilai Default>>Tunjangan. Di antara [GPO] dan [TNJ] terdapat tanda “+”, fungsinya untuk menjumlahkan nilai dari Gaji Pokok dan Tunjangan. Tanda “/” (pembagi) digunakan untuk membagi nilai Gaji Pokok ditambah Tunjangan.
9. 21 (dua puluh satu) merupakan hari kerja dalam satu periode (Pemenaker 7/2013) bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 (enam) hari dalam seminggu, upah bulanan dibagi 25 (dua puluh lima) bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 (lima) hari dalam seminggu, upah bulanan dibagi 21 (dua puluh satu).
10. JumlahAbsen() merupakan jumlah absen dalam satu periode (satu bulan kerja), diambil dari menu Fungsi>>Jumlah Absen. Contoh: Gaji Pokok = Rp. 3.000.000, Tunjangan = Rp. 200.000, Jumlah absen = 3, hari = (GPK+TNJ)/21 * Jumlah absen = (3000000+200000)/21*3 = 3200000/21*3 = 152380*3 = 457140. Jadi potongan absennya adalah sebesar Rp. 457.140. Pada rumus yang akan dibuat, tunjangan makan diberikan kepada karyawan berdasarkan jumlah
11. Tentukan Kode Gaji serta Nama Gaji, kemudian klik tombol Buka Editor, berikut merupakan tampilannya.

 
12. Setelah formula editor, masukkan rumus-rumus yang diperlukan untuk membuat rumus tunjangan makan, berikut merupakan contoh tampilan rumusnya. Tanda “=” digunakan untuk mengkalkulasi seluruh rumus, “IF” memiliki fungsi untuk pengandaian.
 

 
13. MenitKerjaPerhari() diambil dari menu Fungsi>>MenitKerjaPerhari.
14. Kemudian MenitKerjaPerhari dibagi 60 (enam puluh), di mana 60 (enam puluh) diambil dari jumlah menit dalam satu jam.
15. Tanda “>=” merupakan tanda lebih besar sama dengan, angka 4 (empat) merupakan nilai batas minimal agar mendapatkan tunjangan makan.
16. NilaiGaji() diambil dari menu Fungsi>>NilaiGaji, merupakan nilai default. Contoh : Diketahui : Kerja lebih dari empat jam, uang makan = Rp. 10.000 Kerja kurang dari empat jam, uang makan = Rp 0 Menit kerja A = 300 Menit kerja B = 23 Ditanya : Uang makan A dan B dalam satu hari ? Jawab : 
 


5.1.1.2 Rumus Penggajian Karyawan untuk Lama Kerja Tiga Bulan dan di Atas Tiga Bulan.
       Rumus yang dibuat kali ini merupakan rumus penggajian di mana penggajiannya dihitung dari berapa lama (hari) karyawan tersebut bekerja. Jika karyawan yang bersangkutan memiliki masa kerja di bawah tiga bulan, maka gaji yang dia terima tidak penuh, begitupun sebaliknya, jika karyawan yang bersangkutan bekerja di atas tiga bulan, maka gaji yang diterima penuh. Untuk sakit dan izin tidak ada pemotongan gaji atau dihitung sebagai hari kerja. Berikut merupakan langkah-langkah untuk membuat rumus tesebut.
1. Tentukan Kode Gaji dan Nama Gaji, caranya sama seperti langkah-langkah sebelumnya.
2. Ketik tanda “=”, fungsinya untuk mengkalkulasi semua rumus.
3. Kemudian klik menu Fungsi>>NilaiGaji. “/” berfungsi untuk pembagi. IF sebagai pengandaian
4. Klik menu Fungsi>>LamaKerja. Lama kerja merupakan total hari kerja seorang karyawan.
5. “>” merupakan tanda lebih besar. (30*3) 30 merupakan asumsi jumlah hari dalam satu bulan kemudian dikali tiga.
6. Niai 21 akan digunakan sebagai pembagi NilaiGaji() jika (LamaKerja()>(30*3) terpenuhi, jika tidak terpenuhi, maka nilai yang digunakan adalah 30 sebagai pembagi NilaiGaji().
7. Klik menu Fungsi kemudian inputkan masing-masing fungsi berikut, yakni JumlahHariKerja, JumlahIzin dan JumlahSakit.
8. Berikut merupakan tampilan rumus yang telah dibuat.
 
 

Penjelasan : Jika Lama kerja lebih besar 30 x 3, jika hasilnnya lebih besar maka Nilai gaji akan dibagi 21, jika hasilnya lebih kecil maka Nilai gaji dibagi 30. Dari hasil pembagian, akan dikalikan dengan total jumlah hari kerja ditambah Jumlah izin ditambah jumlah sakit. = NilaiGaji() / IF (LamaKerja() > (30 * 3), 21, 30) * (JumlahHariKerja() + JumlahIzin() + Jumlah Sakit()).
Contoh:
Diketahui Nilai gaji = Rp. 2.000.000
Lama kerja = 89 hari
Jumlah hari kerja = 23
Jumah izin = 1 hari
Jumlah sakit = 0 hari
Jika LamaKerja > 30 * 3 (jika lebih besar, nilai = 21. Jika lebih kecil, nilai = 30)
Ditanya: Tentukan gaji yang didapat
Jawaban: LamaKerja > 30*3 89 > 30*3 Karena nilai 89 tidak lebih besar dari 30*3, maka pembaginya adalah 30, bukan 21 Gaji = Nilai Gaji/30 x (JumlahHariKerja + JumlahIzin + JumlahSakit) Gaji = 2.000.000/30 x (23 + 1 + 0) Gaji = 66666,66 x 24 Gaji = 1.599.999,84 Jadi nilai gaji yang diperoleh adalah Rp. 1.599.999,84


5.1.1.3 Upah Lembur Hari Kerja
        Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk menghitung upah lembur pada hari kerja, yaitu upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan. Catatan: Angka 1/173 didasarkan pada perhitungan sebagai berikut: Dalam satu tahun ada 52 minggu. Satu tahun adalah 12 bulan. 1 bulan = 52 minggu/12 bulan = 4,33 minggu. Total jam kerja/minggu = 40 jam. Jadi, Total jam kerja dalam 1 bulan = 40 x 4,33 = 173,33 dibulatkan menjadi 173 jam maka untuk menghitung upah per jam yaitu upah perbulan/173. Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk membuat rumusnya. Ikuti langkah-langkah sebelumnya, tentukan kode gaji serta nama gaji, kemudian klik tombol Buka Editor untuk membuat rumus-rumusnya. Berikut ini merupakan tampilan rumusnya: 
1. “=” digunakan untuk menjalankan rumus, perintah IF berfungsi sebagai pengandai (jika).
2. NOT dan OR merupakan gerbang logika.
3. DayNo() diambil dari menu Fungsi>>DayNo, sebagai penomoran hari. Dapat dilihat DayNo() = 0, memiliki arti hari minggu (0 = minggu, 1 = Senin, 2 = Selasa dan seterusnya).
4. IsLibur() diambil dari menu Fungsi>>IsLibur, memiliki arti yaitu jika hari libur.
5. MenitLemburPerhari() diambil dari menu Fungsi>>MenitLemburPerhari, dan 60 adalah pembaginya.
6. 1/173*[GPK], 1/173 merupakan rumus untuk mendapatkan upah lembur dan [GPK] merupakan gaji pokok yang diambil dari menu Nilai Default>>Gaji Pokok.
Penjelasan : = IF (NOT (OR (DayNo() = 0, IsLibur())), MenitLemburPerhari() / 60 * (1 / 173 * [GPK]), 0)
1. Jika bukan hari minggu atau bukan hari libur, maka jumlah menit lembur perhari dibagi 60, kemudian dikalikan dengan 1 yang dibagi 7 kemudian dikalikan dengan gaji pokok,
2. Jika hari minggu atau bukan hari libur maka hasilnya adalah 0.
3. Jika bukan hari minggu atau hari libur maka hasilnya adalah 0.
4. Jika hari minggu atau hari libur maka hasilnya adalah 0.
5. DayNo dan IsLibur digunakan karena jumlah menit lembur pada hari minggu dan lembur hari libur akan dihitung APS sebagai lembur perhari (semua hari dihitung sebagai hari kerja jika ada menit lembur), jadi agar lembur hari minggu dan lembur hari libur tidak dimasukkan ke dalam lembur hari kerja, maka diberi rumus NOT(OR(DayNo()=0,IsLibur())).


5.1.2 Menu Periodik
        Menu periodik terdapat pada menu karyawan yang berfungsi untuk menentukan karyawan tersebut di periode penggajiannya. Menu ini direlasikan ke menu karyawan baru di bagian gaji dan tunjangan. Untuk membuat periodik dapat kita lakukan dengan cara berikut.
1. Klik menu Karyawan>>Periodik>>Periodik baru
2. Akan muncul gambar seperti di bawah ini: 
 

 
3.Data tersebut akan terdaftar di menu daftar periodik. Untuk melihat data tersebut dapat dilakukan dengan cara klik menu Karyawan>>Periodik>>Daftar Periodik.