{"id":10792,"date":"2026-04-05T10:05:06","date_gmt":"2026-04-05T03:05:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/panduan-menghitung-pph-21-untuk-karyawan-yang-menerima-thr-dan-bonus\/"},"modified":"2026-04-05T10:05:06","modified_gmt":"2026-04-05T03:05:06","slug":"panduan-menghitung-pph-21-untuk-karyawan-yang-menerima-thr-dan-bonus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/panduan-menghitung-pph-21-untuk-karyawan-yang-menerima-thr-dan-bonus\/","title":{"rendered":"Panduan Menghitung PPh 21 untuk Karyawan yang Menerima THR dan Bonus"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah hiruk pikuk persiapan perayaan hari besar, satu hal yang tak boleh luput dari perhatian para karyawan adalah perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) 21, terutama jika Anda menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus. Perhitungan PPh 21 atas THR dan bonus seringkali menimbulkan kebingungan, padahal pemahaman yang tepat akan membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih baik dan terhindar dari potensi masalah di kemudian hari. Artikel ini akan memandu Anda melalui proses perhitungan PPh 21 secara komprehensif dan mudah dipahami.<\/p>\n<p><strong>Memahami Komponen Penghasilan Kena Pajak<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum masuk ke perhitungan, penting untuk memahami komponen-komponen penghasilan yang menjadi dasar perhitungan PPh 21. Secara umum, komponen tersebut meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Gaji Pokok:<\/strong> Penghasilan tetap yang Anda terima setiap bulan.<\/li>\n<li><strong>Tunjangan:<\/strong> Berbagai tunjangan seperti tunjangan transportasi, tunjangan makan, dan tunjangan jabatan.<\/li>\n<li><strong>Premi Asuransi yang Dibayarkan Perusahaan:<\/strong> Premi asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, dan jaminan kematian yang dibayarkan oleh perusahaan.<\/li>\n<li><strong>THR:<\/strong> Tunjangan Hari Raya yang wajib diberikan perusahaan menjelang hari raya keagamaan.<\/li>\n<li><strong>Bonus:<\/strong> Penghasilan tambahan yang diberikan perusahaan atas kinerja yang baik.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Komponen-komponen inilah yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan penghasilan bruto Anda.<\/p>\n<p><strong>Penghitungan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)<\/strong><\/p>\n<p>Setelah mengetahui penghasilan bruto, langkah selanjutnya adalah menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). PTKP adalah batasan penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Besaran PTKP berbeda-beda tergantung status perkawinan dan jumlah tanggungan. Berikut adalah besaran PTKP terbaru sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 162\/PMK.010\/2023:<\/p>\n<ul>\n<li>Wajib Pajak Orang Pribadi: Rp 54.000.000 per tahun<\/li>\n<li>Tambahan untuk Wajib Pajak Kawin: Rp 4.500.000 per tahun<\/li>\n<li>Tambahan untuk Setiap Tanggungan (maksimal 3 orang): Rp 4.500.000 per tahun<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP)<\/strong><\/p>\n<p>Penghasilan Kena Pajak (PKP) diperoleh dengan mengurangkan penghasilan bruto dengan PTKP. Namun, sebelum mengurangkan PTKP, Anda perlu menghitung penghasilan neto terlebih dahulu. Penghasilan neto diperoleh dengan mengurangkan penghasilan bruto dengan biaya jabatan dan iuran pensiun (jika ada).<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Biaya Jabatan:<\/strong> Biaya jabatan adalah biaya yang diperkenankan sebagai pengurangan penghasilan bruto untuk setiap karyawan. Besaran biaya jabatan adalah 5% dari penghasilan bruto, dengan batasan maksimal Rp 6.000.000 per tahun atau Rp 500.000 per bulan.<\/li>\n<li><strong>Iuran Pensiun:<\/strong> Iuran pensiun adalah iuran yang dibayarkan oleh karyawan ke dana pensiun yang disahkan oleh Menteri Keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah menghitung penghasilan neto, Anda baru bisa mengurangkan PTKP untuk mendapatkan PKP.<\/p>\n<p><strong>Tarif Pajak Progresif PPh 21<\/strong><\/p>\n<p>PPh 21 dihitung menggunakan tarif pajak progresif. Artinya, semakin besar PKP Anda, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Berikut adalah tarif pajak progresif PPh 21 yang berlaku saat ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Lapisan Penghasilan sampai dengan Rp 60.000.000: 5%<\/li>\n<li>Lapisan Penghasilan di atas Rp 60.000.000 sampai dengan Rp 250.000.000: 15%<\/li>\n<li>Lapisan Penghasilan di atas Rp 250.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000: 25%<\/li>\n<li>Lapisan Penghasilan di atas Rp 500.000.000 sampai dengan Rp 5.000.000.000: 30%<\/li>\n<li>Lapisan Penghasilan di atas Rp 5.000.000.000: 35%<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Contoh Perhitungan PPh 21 atas THR dan Bonus<\/strong><\/p>\n<p>Misalkan, Anda adalah seorang karyawan dengan status kawin dan memiliki 1 anak. Gaji pokok Anda Rp 10.000.000 per bulan, dan Anda menerima THR sebesar 1 kali gaji serta bonus sebesar Rp 5.000.000.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Hitung Penghasilan Bruto Bulanan:<\/strong> Rp 10.000.000<\/li>\n<li><strong>Hitung Penghasilan Bruto Setahun:<\/strong> Rp 10.000.000 x 12 = Rp 120.000.000<\/li>\n<li><strong>Hitung Biaya Jabatan Setahun:<\/strong> 5% x Rp 120.000.000 = Rp 6.000.000 (maksimal)<\/li>\n<li><strong>Hitung Penghasilan Neto Setahun:<\/strong> Rp 120.000.000 &#8211; Rp 6.000.000 = Rp 114.000.000<\/li>\n<li><strong>Hitung PTKP:<\/strong> Rp 54.000.000 + Rp 4.500.000 + Rp 4.500.000 = Rp 63.000.000<\/li>\n<li><strong>Hitung PKP Setahun:<\/strong> Rp 114.000.000 &#8211; Rp 63.000.000 = Rp 51.000.000<\/li>\n<li><strong>Hitung PPh 21 Setahun atas Gaji:<\/strong> 5% x Rp 51.000.000 = Rp 2.550.000<\/li>\n<li><strong>Hitung PPh 21 Bulanan atas Gaji:<\/strong> Rp 2.550.000 \/ 12 = Rp 212.500<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selanjutnya, hitung PPh 21 atas THR dan Bonus:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Hitung Penghasilan Bruto Tambahan (THR + Bonus):<\/strong> Rp 10.000.000 + Rp 5.000.000 = Rp 15.000.000<\/li>\n<li><strong>Hitung PKP dengan THR dan Bonus:<\/strong> (Rp 114.000.000 + Rp 15.000.000) &#8211; Rp 63.000.000 = Rp 66.000.000<\/li>\n<li><strong>Hitung PPh 21 Setahun dengan THR dan Bonus:<\/strong>\n<ul>\n<li>5% x Rp 60.000.000 = Rp 3.000.000<\/li>\n<li>15% x (Rp 66.000.000 &#8211; Rp 60.000.000) = 15% x Rp 6.000.000 = Rp 900.000<\/li>\n<li>Total PPh 21 = Rp 3.000.000 + Rp 900.000 = Rp 3.900.000<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Hitung PPh 21 atas THR dan Bonus:<\/strong> Rp 3.900.000 &#8211; Rp 2.550.000 = Rp 1.350.000<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jadi, PPh 21 atas THR dan bonus yang harus Anda bayar adalah Rp 1.350.000.<\/p>\n<p><strong>Tips Mengelola PPh 21<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mempermudah perhitungan dan pengelolaan PPh 21, Anda dapat memanfaatkan aplikasi gaji terbaik yang banyak tersedia saat ini. Aplikasi-aplikasi ini umumnya telah dilengkapi dengan fitur perhitungan PPh 21 secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu repot menghitung secara manual. Cukup masukkan data penghasilan Anda, dan aplikasi akan menghitung PPh 21 yang harus dibayarkan. Anda juga bisa menggunakan jasa <a href=\"https:\/\/www.phisoft.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">software house terbaik<\/a> untuk membuat sistem yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan bisnis Anda.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Memahami cara menghitung PPh 21 atas THR dan bonus sangat penting agar Anda dapat mengelola keuangan dengan lebih baik. Dengan panduan ini, diharapkan Anda dapat melakukan perhitungan PPh 21 secara mandiri dan terhindar dari potensi kesalahan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli pajak jika Anda mengalami kesulitan atau memiliki pertanyaan lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah hiruk pikuk persiapan perayaan hari besar, satu hal yang tak boleh luput dari perhatian para karyawan adalah perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) 21, terutama jika Anda menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus. Perhitungan PPh 21 atas THR dan bonus seringkali menimbulkan kebingungan, padahal pemahaman yang tepat akan membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":10791,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"rank_math_focus_keyword":"perhitungan pph 21, pph 21 thr, pph 21 bonus, tarif pajak progresif, ptkp, penghasilan kena pajak, aplikasi gaji terbaik, software house terbaik","rank_math_description":"Panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara menghitung PPh 21 untuk karyawan yang menerima THR dan bonus, termasuk contoh perhitungan dan tips mengelola PPh 21.","rank_math_opengraph_description":"","rank_math_title":"","rank_math_opengraph_title":"","rank_math_opengraph_image":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-10792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pph21"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10792\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}