{"id":311,"date":"2023-07-21T10:03:58","date_gmt":"2023-07-21T10:03:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/?p=311"},"modified":"2025-01-17T10:43:32","modified_gmt":"2025-01-17T03:43:32","slug":"cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/","title":{"rendered":"Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Aturannya 2023"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu sudah mengetahui bahwa perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya ke program BPJS Ketenagakerjaan. Pada artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara hitung iuran BPJS Ketenagakerjaan dan apa saja aturannya.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Berdasarkan Undang-Undang No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, perusahaan wajib mengikutsertakan karyawannya ke program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Hal ini tentunya akan menjamin hak-hak karyawan atau buruh saat melakukan pekerjaan. Program perlindungan yang ditawarkan oleh <a href=\"https:\/\/www.bpjsketenagakerjaan.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BPJS Ketenagakerjaan<\/a> pun cukup beragam. Mulai dari jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, hingga jaminan pensiun.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_69_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Penjelasan_Lengkap_BPJS_Ketenagakerjaan\" title=\"Penjelasan Lengkap BPJS Ketenagakerjaan\">Penjelasan Lengkap BPJS Ketenagakerjaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Sanksi_Perusahaan_yang_Tidak_Mendaftarkan_Karyawannya_pada_BPJS\" title=\"Sanksi Perusahaan yang Tidak Mendaftarkan Karyawannya pada BPJS\">Sanksi Perusahaan yang Tidak Mendaftarkan Karyawannya pada BPJS<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Program-Program_BPJS_Ketenagakerjaan\" title=\"Program-Program BPJS Ketenagakerjaan\">Program-Program BPJS Ketenagakerjaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Kepesertaan\" title=\"Kepesertaan\">Kepesertaan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Cara_Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan\" title=\"Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan\">Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Iuran_Jaminan_Kecelakaan_Kerja_JKK\" title=\"Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\">Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Cara_Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan_Kematian_JKM\" title=\"Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Kematian (JKM)\">Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Kematian (JKM)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Cara_Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan_Jaminan_Hari_Tua_JHT\" title=\"Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT)\">Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan_Jaminan_Pensiun_JP\" title=\"Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun (JP)\">Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun (JP)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Contoh_Perhitungan_BPJS_Ketenagakerjaan_Lengkap_2023\" title=\"Contoh Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Lengkap 2023\">Contoh Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Lengkap 2023<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-hitung-iuran-bpjs-ketenagakerjaan\/#Hitung_Iuran_BPJS_Menggunakan_Aplikasi_Ontime_Payroll_OTP\" title=\"Hitung Iuran BPJS Menggunakan Aplikasi Ontime Payroll (OTP)\">Hitung Iuran BPJS Menggunakan Aplikasi Ontime Payroll (OTP)<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penjelasan_Lengkap_BPJS_Ketenagakerjaan\"><\/span>Penjelasan Lengkap BPJS Ketenagakerjaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">BPJS Ketenagakerjaan memiliki berbagai program dan manfaat yang dapat dinikmati oleh karyawan dan juga anggota keluarganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Program pemerintah ini tentunya sangat bermanfaat bagi kesejahteraan para pekerja. Namun, bagaimana jika perusahaan tidak mendaftarkan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Seperti dikutip dari Kompas.com, Anwar Sanusi selaku Sekjen Kemnaker mengatakan bahwa perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan akan dikenakan sanksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Berdasarkan UU No 24 Tahun 2011 pasal 17 disebutkan bahwa pemberi kerja yang tidak mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS akan dikenai sanksi.<\/span><\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-iuran-bpjs-kesehatan\/\">Cara Menghitung Iuran BPJS Kesehatan untuk Karyawan<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sanksi_Perusahaan_yang_Tidak_Mendaftarkan_Karyawannya_pada_BPJS\"><\/span>Sanksi Perusahaan yang Tidak Mendaftarkan Karyawannya pada BPJS<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya pada BPJS akan dikenai sanksi administratif, berupa:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 16px;\">Teguran tertulis<\/span><\/li>\n<li>Denda, dan\/atau<\/li>\n<li>Tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Terlebih, jika perusahaan tidak mendaftarkan karyawannya ke BPJS, maka karyawan yang bersangkutan bisa melaporkan hal itu ke Kemnaker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Lanjut dikutip dari Kompas.com, perusahaan yang terbukti melakukan ketidakpatuhan bisa dikenakan sanksi pidana, berupa:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 16px;\">Penjara maksimal 8 tahun dan,<\/span><\/li>\n<li>Denda maksimal Rp 1 miliar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Program-Program_BPJS_Ketenagakerjaan\"><\/span>Program-Program BPJS Ketenagakerjaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Sebelumnya, perlu kamu ketahui bahwa BPJS ketenagakerjaan ini dapat diikuti oleh Penerima Upah (PU) dan Bukan Penerima Upah (BPU).<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kepesertaan\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\">Kepesertaan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Penerima upah (PU) adalah setiap orang yang medapatkan penghasilan, bayaran, gaji, atau imbalan dalam bentuk lain dari pemberi kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Untuk kategori PU, BPJS memiliki 5 program jaminan sosial:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 16px;\">Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)<\/span><\/li>\n<li>Jaminan Kematian (JKM)<\/li>\n<li>Jaminan Hari Tua (JHT)<\/li>\n<li>Jaminan Pensiun (JP)<\/li>\n<li>Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Sedangkan untuk kategori BPU, BPJS hanya memiliki 3 program jaminan sosial:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)<\/li>\n<li>Jaminan Kematian (JKM)<\/li>\n<li>Jaminan Hari Tua (JHT)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\">Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Nah, sekarang kita sudah tahu bahwa mengikutsertakan karyawan ke program BPJS ketenagakerjaan itu penting, selanjutnya kita membahas tentang bagaimana cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Iuran_Jaminan_Kecelakaan_Kerja_JKK\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\">Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Berdasarkan PP No 44 Tahun 2015 Pasal 16, ada 5\u00a0 kategori tingkat risiko lingkungan kerja yakni sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<div class=\"dcf-overflow-x-auto\" tabindex=\"0\">\n<table class=\"dcf-table dcf-table-bordered dcf-table-striped\">\n<thead>\n<tr>\n<th class=\"dcf-txt-center\" scope=\"col\">Tingkat Risiko<\/th>\n<th class=\"dcf-txt-center\" scope=\"col\">Perhitungan Iuran JKK<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Tingkat Risiko\">Sangat rendah<\/td>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Perhitungan Iuran JKK\">0,24% x upah sebulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Tingkat Risiko\">Rendah<\/td>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Perhitungan Iuran JKK\">0,54% x upah sebulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Tingkat Risiko\">Sedang<\/td>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Perhitungan Iuran JKK\">0,89% x upah sebulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Tingkat Risiko\">Tinggi<\/td>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Perhitungan Iuran JKK\">1,37% x upah sebulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Tingkat Risiko\">Sangat tinggi<\/td>\n<td class=\"dcf-txt-center\" data-label=\"Perhitungan Iuran JKK\">1,74% x upah sebulan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Dengan ketentuan:<\/p>\n<ol>\n<li>Dasar pengali iuran adalah upah sebulan.<\/li>\n<li>Apabila upah dibayar harian maka ubah sebulan dihitung dari upah harian dikalikan 25.<\/li>\n<li>Apabila upah dibayar borongan atau satuan maka upah sebulan dihitung dari upah rata-rata 3 bulan terakhir.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Iuran JKK ditanggung oleh perusahaan atau diberikan dalam bentuk tunjangan yang masuk dalam kategori gaji bruto karyawan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan_Kematian_JKM\"><\/span>Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Kematian (JKM)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tarif iuran JKM adalah 0,30% dari gaji dan ditanggung sepenuhnya oleh pemberi kerja atau perusahaan yang mana masuk dalam gaji bruto dan dikenakan PPh 21.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/potongan-gaji-karyawan\/\">9 Jenis Potongan Gaji Karyawan di Perusahaan dan Aturannya<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan_Jaminan_Hari_Tua_JHT\"><\/span>Cara Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Besarnya tarif iuran JHT adalah 5,7% dari gaji. Berbeda dengan JKK dan JKM, iuran JHT dibayar sebagian oleh perusahaan (3,7%) dan sisanya ditanggung oleh karyawan (2%).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hitung_Iuran_BPJS_Ketenagakerjaan_Jaminan_Pensiun_JP\"><\/span>Hitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun (JP)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Sebagai dasar pengali iuran jaminan pensiun adalah maksimal Rp 8.939.700. Artinya jika karyawan menerima gaji lebih dari batas maksimal akan tetap dianggap memiliki penghasilan RP 8.939.700.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Tarif iuran JP adalah 3% dengan ketentuan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>2% ditanggung perusahaan<\/li>\n<li>1% ditanggung karyawan (pemotongan gaji)<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan_BPJS_Ketenagakerjaan_Lengkap_2023\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\">Contoh Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Lengkap 2023<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Andi Lana merupakan seorang karyawan di PT Nusa Energy. Setiap bulannya dia mendapatkan penghasilan Rp 10.000.000 setiap bulannya. Maka berikut ini adalah contoh perhitungan BPJS Ketenagakerjaan milik Andi Lana:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 16px;\">JKK Resiko Sedang = 0,89% x 10.000.000<\/span><\/li>\n<li>JKM = 0,30% x 10.000.000<\/li>\n<li>JHT (Tunjangan Perusahaan) = 3,7% x 10.000.000<\/li>\n<li>JHT (Potong Gaji) = 2% x 10.000.000<\/li>\n<li>JP (Tunjangan Perusahaan) = 2% x 8.939.700<\/li>\n<li>JP (Potong Gaji) = 1% x 8.939.700<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Maka hasilnya:<\/span><\/p>\n<div class=\"dcf-overflow-x-auto\" tabindex=\"0\">\n<table class=\"dcf-table dcf-table-bordered dcf-table-striped\">\n<thead>\n<tr>\n<th scope=\"col\">Tunjangan BPJS dari Perusahaan (Rp)<\/th>\n<th scope=\"col\">Potongan BPJS dari<br \/>\nKaryawan (Rp)<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td data-label=\"Tunjangan BPJS dari Perusahaan (Rp)\">54<\/td>\n<td data-label=\"Potongan BPJS dari Karyawan (Rp)\">\u2013<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Tunjangan BPJS dari Perusahaan (Rp)\">30<\/td>\n<td data-label=\"Potongan BPJS dari Karyawan (Rp)\">\u2013<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Tunjangan BPJS dari Perusahaan (Rp)\">370<\/td>\n<td data-label=\"Potongan BPJS dari Karyawan (Rp)\">200<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Tunjangan BPJS dari Perusahaan (Rp)\">178.794<\/td>\n<td data-label=\"Potongan BPJS dari Karyawan (Rp)\">89.397<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Tunjangan BPJS dari Perusahaan (Rp)\">Total tunjangan: 632.794<\/td>\n<td data-label=\"Potongan BPJS dari Karyawan (Rp)\">Total potongan gaji: 289.397<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Nah demikianlah pembahasan dari kami tentang bagaimana cara hitung iuran BPJS Ketenagakerjaan dan apa saja aturannya.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hitung_Iuran_BPJS_Menggunakan_Aplikasi_Ontime_Payroll_OTP\"><\/span>Hitung Iuran BPJS Menggunakan Aplikasi Ontime Payroll (OTP)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menghitung gaji karyawan dan menentukan besaran tarif BPJS secara manual tentu akan banyak menyita waktu.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">Dengan aplikasi Ontime Payroll (OTP) kamu lebih mudah melakukan perhitungan dan pelaporan BPJS. Tak perlu repot menggunakan template yang perlu diinput secara manual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px;\">OTP juga mudah untuk diakses dimana saja dan kapan saja. Selain itu OTP menawarkan harga yang sangat terjangkau namun tetap mempertahankan kualitas.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.programgaji.com\/user\/register?referralCode=dfhrzl\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><br \/>\n<button>Gunakan OnTime Payroll Sekarang<\/button><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu sudah mengetahui bahwa perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya ke program BPJS Ketenagakerjaan. Pada artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara hitung iuran BPJS Ketenagakerjaan dan apa saja aturannya. Berdasarkan Undang-Undang No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, perusahaan wajib mengikutsertakan karyawannya ke program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Hal ini tentunya akan menjamin hak-hak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"rank_math_focus_keyword":"","rank_math_description":"","rank_math_opengraph_description":"","rank_math_title":"","rank_math_opengraph_title":"","rank_math_opengraph_image":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[7,10,9],"class_list":["post-311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-potongan-gaji","tag-bpjs","tag-bpjs-ketenagakerjaan","tag-potongan-gaji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=311"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6240,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311\/revisions\/6240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}