{"id":477,"date":"2023-07-25T08:25:50","date_gmt":"2023-07-25T08:25:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/?p=477"},"modified":"2025-01-17T14:36:49","modified_gmt":"2025-01-17T07:36:49","slug":"menghitung-pph-21-bukan-pegawai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai dan Ketentuannya"},"content":{"rendered":"<p>Bagaimana cara menghitung <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/507\/apa-itu-pph-21\/\">PPh 21<\/a> bukan pegawai? Sebelum kita membahas perhitungannya, kenali terlebih dahulu bahwa PPh 21 bukan pegawai itu terbagi dalam 2 jenis, yakni PPh 21 berkesinambungan dan PPh 21 tidak berkesinambungan.<\/p>\n<p>Pada artikel ini <a href=\"https:\/\/programgaji.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">programgaji.com<\/a> akan membahas tentang apa saja ketentuan PPh 21 bukan pegawai lengkap dan terbaru.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_69_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#PPh_21_Bukan_Pegawai\" title=\"PPh 21 Bukan Pegawai\">PPh 21 Bukan Pegawai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#Apa_itu_bukan_pegawai\" title=\"Apa itu bukan pegawai?\">Apa itu bukan pegawai?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#Jenis_Penghasilan_Bukan_Pegawai\" title=\"Jenis Penghasilan Bukan Pegawai\">Jenis Penghasilan Bukan Pegawai<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#Berkesinambungan\" title=\"Berkesinambungan\">Berkesinambungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#Tidak_Berkesinambungan\" title=\"Tidak Berkesinambungan\">Tidak Berkesinambungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#Cara_Menghitung_PPh_21_Bukan_Pegawai_Berkesinambungan\" title=\"Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai Berkesinambungan\">Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai Berkesinambungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#Cara_Menghitung_PPh_21_Bukan_Pegawai_Tidak_Berkesinambungan\" title=\"Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai Tidak Berkesinambungan\">Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai Tidak Berkesinambungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/menghitung-pph-21-bukan-pegawai\/#Gunakan_Ontime_Payroll_untuk_Perhitungan_PPh_21_yang_Lebih_Efisien\" title=\"Gunakan Ontime Payroll untuk Perhitungan PPh 21 yang Lebih Efisien\">Gunakan Ontime Payroll untuk Perhitungan PPh 21 yang Lebih Efisien<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"PPh_21_Bukan_Pegawai\"><\/span>PPh 21 Bukan Pegawai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mengapa bukan pegawai juga dikenakan pajak penghasilan? Karena penghasilan yang diperoleh orang pribadi Bukan Pegawai termasuk dalam kategori objek pajak yang disasar oleh PPh 21.<\/p>\n<p>Hal ini sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/422\/aturan-dan-ketentuan-pph-21\/\">aturan dan ketentuan PPh 21<\/a>\u00a0 yang ada. Segala jenis penghasilan orang pribadi yang sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan lainnya seperti honorarium, komisi, dan fee dikenakan pajak penghasilan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21-dengan-excel\/\">Cara Menghitung PPh 21 dengan Excel Sesuai UU HPP<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/kapan-pph-21-dihitung\/\">Kapan PPh 21 Dihitung? Simak Penjelasan Lengkapnya<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_bukan_pegawai\"><\/span>Apa itu bukan pegawai?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bukan pegawai merujuk pada Wajib Pajak orang pribadi selain dari pegawai tetap, pegawai tidak tetap dan penerima pensiun dari pemberi kerja yang memperoleh penghasilan dengan nama atau bentuk apa pun sebagai bentuk imbalan atas jasa atau pekerjaan.<\/p>\n<p>Berdasarkan <a href=\"https:\/\/datacenter.ortax.org\/ortax\/aturan\/show\/16133\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peraturan Dirjen Pajak No. PER-16\/PJ\/2016<\/a>, yang termasuk bukan pegawai adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;<\/li>\n<li>Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan\/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis, dan seniman lainnya;<\/li>\n<li>Olahragawan;<\/li>\n<li>Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;<\/li>\n<li>Pengarang, peneliti, dan penerjemah;<\/li>\n<li>Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan;<\/li>\n<li>Agen iklan;<\/li>\n<li>Pengawas atau pengelola proyek;<\/li>\n<li>Pembawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yang menjadi perantara;<\/li>\n<li>Petugas penjaja barang dagangan;<\/li>\n<li>Petugas dinas luar asuransi; dan\/atau<\/li>\n<li>Distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya;<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Penghasilan_Bukan_Pegawai\"><\/span>Jenis Penghasilan Bukan Pegawai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan jenis penghasilannya, penentuan <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/507\/apa-itu-pph-21\/\">PPh 21<\/a> pada bukan pegawai dibedakan menjadi dua yakni:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berkesinambungan\"><\/span>Berkesinambungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bukan pegawai berkesinambungan adalah apabila wajib pajak yang dimaksud menerima penghasilan lebih dari sekali dalam satu tahun kalender sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_Berkesinambungan\"><\/span>Tidak Berkesinambungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bukan pegawai tidak berkesinambungan adalah apabila wajib pajak yang dimaksud menerima penghasilan hanya sekali dalam satu tahun kalender sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_PPh_21_Bukan_Pegawai_Berkesinambungan\"><\/span>Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai Berkesinambungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>1. PPh 21 Berkesinambungan yang Menerima Penghasilan dari Beberapa Pemberi Kerja<\/strong><\/p>\n<p>Pada dasarnya <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/507\/apa-itu-pph-21\/\">PPh 21<\/a> bukan pegawai berkesinambungan mengikuti tarif progresif UU HPP terbaru, namun perhitungan PKP untuk Bukan Pegawai adalah 50% dari penghasilan bruto dan tanpa potongan PTKP. Sehingga rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: center;\"><strong>PPh 21 = tarif pajak x 50% x penghasilan bruto<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>2. PPh 21 Berkesinambungan yang Menerima Penghasilan dari 1 Pemberi Kerja<\/strong><\/p>\n<p>Untuk wajib pajak bukan pegawai yang hanya menerima penghasilan dari 1 pemberi kerja mendapatkan pengurangan PTKP, namun dengan catatan sudah memiliki NPWP. Sehingga rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: center;\"><strong>PPh 21 = tarif pajak x ((50% x penghasilan bruto) &#8211; PTKP))<\/strong><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/app.programgaji.com\/user\/register?referralCode=dfhrzl\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><br \/>\n<button>Gunakan OnTime Payroll Sekarang!<\/button><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_PPh_21_Bukan_Pegawai_Tidak_Berkesinambungan\"><\/span>Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai Tidak Berkesinambungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perhitungan <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/507\/apa-itu-pph-21\/\">PPh 21<\/a> bukan pegawai tidak berkesinambungan juga menggunakan rumus yang sama dengan perhitungan pph 21 bukan pegawai berkesinambungan yang memperoleh penghasilan dari beberapa pemberi kerja. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\">PPh 21 = tarif pajak x ((50% x penghasilan bruto) &#8211; PTKP))<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gunakan_Ontime_Payroll_untuk_Perhitungan_PPh_21_yang_Lebih_Efisien\"><\/span>Gunakan Ontime Payroll untuk Perhitungan PPh 21 yang Lebih Efisien<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Aplikasi OnTime Payroll bukan hanya untuk perhitungan <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/507\/apa-itu-pph-21\/\">PPh 21<\/a> saja, ada beberapa fitur unggulan seperti, manajemen kehadiran, kredit konsumtif karyawan, kasbon, manajemen jadwal kerja, hingga manajemen data karyawan.<\/p>\n<p>Dengan fitur unggulan kami, divisi HR perusahaan Anda tidak lagi kerepotan untuk mengurus payroll dan tentunya tidak akan ada lagi yang namanya salah hitung gaji.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.programgaji.com\/user\/register?referralCode=dfhrzl\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><br \/>\n<button>Gunakan OnTime Payroll Sekarang!<\/button><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana cara menghitung PPh 21 bukan pegawai? Sebelum kita membahas perhitungannya, kenali terlebih dahulu bahwa PPh 21 bukan pegawai itu terbagi dalam 2 jenis, yakni PPh 21 berkesinambungan dan PPh 21 tidak berkesinambungan. Pada artikel ini programgaji.com akan membahas tentang apa saja ketentuan PPh 21 bukan pegawai lengkap dan terbaru. PPh 21 Bukan Pegawai Mengapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":496,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"rank_math_focus_keyword":"","rank_math_description":"","rank_math_opengraph_description":"","rank_math_title":"","rank_math_opengraph_title":"","rank_math_opengraph_image":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[29,18,27,28],"class_list":["post-477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pph21","tag-cara-menghitung-pph-21","tag-pph-21","tag-tarif-pph-21","tag-tarif-progresif-pph-21"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=477"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6267,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/477\/revisions\/6267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}