{"id":507,"date":"2023-07-26T06:13:14","date_gmt":"2023-07-26T06:13:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/?p=507"},"modified":"2025-01-17T14:31:34","modified_gmt":"2025-01-17T07:31:34","slug":"apa-itu-pph-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/","title":{"rendered":"Apa Itu Pph 21? Ketentuan dan Cara Perhitungannya 2023"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/programgaji.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Programgaji.com<\/a> &#8211; Mari kita pahami apa yang dimaksud dengan PPh 21. Pada artikel ini kami akan berikan penjelasan apa itu PPh 21 dan cara menghitungnya.<\/p>\n<p>Sebelum kita bahas lebih lanjut, apakah kamu sudah tahu selain bisa untuk absensi karyawan, Aplikasi Ontime Payroll juga bisa mempermudah dan mempercepat perhitungan gaji karyawan?<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_69_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Apa_itu_PPh_21\" title=\"Apa itu PPh 21?\">Apa itu PPh 21?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Aturan_Undang-Undang_yang_Mengatur_Pph_21\" title=\"Aturan Undang-Undang yang Mengatur Pph 21\">Aturan Undang-Undang yang Mengatur Pph 21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Kategori_Wajib_Pajak_dan_Ketentuannya\" title=\"Kategori Wajib Pajak dan Ketentuannya\">Kategori Wajib Pajak dan Ketentuannya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Faktor_yang_Mempengaruhi_Perhitungan_PPh_21\" title=\"Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan PPh 21\">Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan PPh 21<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Penghasilan_Tidak_Kena_Pajak_PTKP\" title=\"Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)\">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Arti_Kode_PTKP\" title=\"Arti Kode PTKP\">Arti Kode PTKP<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Lajang_TK\" title=\"Lajang (TK)\">Lajang (TK)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Menikah_K\" title=\"Menikah (K)\">Menikah (K)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#PTKP_Digabung\" title=\"PTKP Digabung\">PTKP Digabung<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Tarif_PPh_21\" title=\"Tarif PPh 21\">Tarif PPh 21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Kepemilikan_NPWP\" title=\"Kepemilikan NPWP\">Kepemilikan NPWP<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Metode_Hitung_PPh21\" title=\"Metode Hitung PPh21\">Metode Hitung PPh21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Cara_Menghitung_PPh_21\" title=\"Cara Menghitung PPh 21\">Cara Menghitung PPh 21<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Hitung_penghasilan_bruto\" title=\"Hitung penghasilan bruto\">Hitung penghasilan bruto<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Hitung_biaya_jabatan_dan_iuran_lain\" title=\"Hitung biaya jabatan dan iuran lain\">Hitung biaya jabatan dan iuran lain<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Hitung_penghasilan_neto\" title=\"Hitung penghasilan neto\">Hitung penghasilan neto<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Hitung_Penghasilan_Kena_Pajak\" title=\"Hitung Penghasilan Kena Pajak\">Hitung Penghasilan Kena Pajak<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Contoh_Perhitungan_PPh_21\" title=\"Contoh Perhitungan PPh 21\">Contoh Perhitungan PPh 21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/apa-itu-pph-21\/#Cara_Menghitung_PPh_21_Menggunakan_Aplikasi_OnTime_Payroll\" title=\"Cara Menghitung PPh 21 Menggunakan Aplikasi OnTime Payroll\">Cara Menghitung PPh 21 Menggunakan Aplikasi OnTime Payroll<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_PPh_21\"><\/span>Apa itu PPh 21?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pajak Penghasilan 21 atau yang biasa disingkat sebagai Pph 21 adalah jenis pajak atau pemotongan atas penghasilan, gaji, upah, dan pembayaran lain dengan nama apa pun yang sehubungan dengan pekerjaan, jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi karyawan subjek pajak dalam negeri yang kemudian disebut dengan wajib pajak. (Sumber:<br \/>\nPeraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32\/PJ\/2015).<\/p>\n<p>Kemudian ada pun orang yang membayar pajak disebut dengan \u201cWajib Pajak\u201d dan hal-hal yang dikenakan pajak kemudian disebut dengan \u201cObjek Pajak\u201d.<\/p>\n<p>Seperti yang sudah dijelaskan di atas objek pajak ini meliputi segala jenis penghasilan, gaji, upah, dan pembayaran lain dengan nama apa pun.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aturan_Undang-Undang_yang_Mengatur_Pph_21\"><\/span>Aturan Undang-Undang yang Mengatur Pph 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut ini adalah beberapa aturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum perhitungan pajak penghasilan:<\/p>\n<ul>\n<li>Peraturan Dirjen Pajak No. PER-32\/PJ\/2016<\/li>\n<li>Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP)<\/li>\n<li>Peraturan Menteri (Permen) Keuangan No. 101\/PMK.010\/2016 dan 102\/PMK.010\/2016<\/li>\n<li>Dan peraturan Undang-Undang lainnya yang mengatur tentang Pajak Penghasilan<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/422\/aturan-dan-ketentuan-pph-21\/\">Aturan dan Ketentuan PPh 21 Lengkap Terbaru<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kategori_Wajib_Pajak_dan_Ketentuannya\"><\/span>Kategori Wajib Pajak dan Ketentuannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lalu siapa saja yang wajib membayar PPh 21? Berdasarkan Peraturan Dirjen Pajak No. PER-32\/PJ\/2015 ada 6 kategori wajib pajak, yakni sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Pegawai tetap.<\/li>\n<li>Penerima uang pesangon, pensiun, atau uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, dan termasuk ahli warisnya.<\/li>\n<li>Bukan pegawai, mereka yang memperoleh penghasilan sehubungan dengan layanan jasa.<\/li>\n<li>Anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai karyawan tetap pada satu perusahaan.<\/li>\n<li>Mantan pegawai yang masih menerima penghasilan berkala.<\/li>\n<li>Wajib pajak PPh 21 kategori peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan dari suatu kegiatan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kemudian berdasarkan <a href=\"https:\/\/datacenter.ortax.org\/ortax\/aturan\/save\/16731\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peraturan Dirjen Pajak No. PER-32\/PJ\/2016<\/a>, ketentuan dalam pemotongan PPh 21 adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>Penerima penghasilan kena pajak:<\/p>\n<ol>\n<li>Pegawai tetap<\/li>\n<li>Penerima pensiunan berkala<\/li>\n<li>Pegawai tidak tetap dengan penghasilan per bulan lebih dari Rp 4.500.000<\/li>\n<li>Bukan pegawai yang menerima imbalan yang sifatnya berkesinambungan.<\/li>\n<li>Seseorang yang menerima penghasilan lebih dari Rp 450.000 per hari, yang berlaku bagi pegawai lepas (freelance) yang menerima upah harian, mingguan, upah satuan, upah borongan, sepanjang kumulatif dalam 1 bulan kalender melebihi Rp 4.500.000.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selanjutnya perhitungan PPh 21 juga didasarkan atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Artinya penghasilan tidak langsung dikenakan tarif PPh 21 melainkan penghasilan dikurangi terlebih dahulu dengan PTKP.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/kapan-pph-21-dihitung\/\">Kapan PPh 21 Dihitung? Simak Penjelasan Lengkapnya<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-520 size-full\" src=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/apa-itu-pph-21-pajak-penghasilan.jpg\" alt=\"apa itu pph 21? pajak penghasilan\" width=\"1200\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/apa-itu-pph-21-pajak-penghasilan.jpg 1200w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/apa-itu-pph-21-pajak-penghasilan-300x157.jpg 300w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/apa-itu-pph-21-pajak-penghasilan-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/apa-itu-pph-21-pajak-penghasilan-768x402.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_Mempengaruhi_Perhitungan_PPh_21\"><\/span>Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan PPh 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebelum kita membahas bagaimana cara menghitung PPh 21 ada beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungannya. Nah berikut ini adalah beberapa cara menghitung PPh 21:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penghasilan_Tidak_Kena_Pajak_PTKP\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sesuai dengan namanya PTKP adalah penghasilan yang tidak dikenakan potongan pajak. Fungsi PTKP ini adalah sebagai faktor pengurang yang dapat memperkecil Penghasilan Kena Pajak.<\/p>\n<p>Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 101\/PMK.010\/2016 (terbaru), penentuan PTKP adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>TK\/0 (Rp54.000.000)<\/li>\n<li>K\/0 (Rp58.500.000)<\/li>\n<li>K\/1 (Rp63.000.000)<\/li>\n<li>K\/2 (Rp67.000.000)<\/li>\n<li>K\/3 (Rp72.000.000)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk Lebih Jelasnya lihat tabel berikut:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-508 size-full\" src=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/tabel-ptkp-pph-21-terbaru.jpg\" alt=\"tabel ptkp pph 21 terbaru\" width=\"600\" height=\"502\" srcset=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/tabel-ptkp-pph-21-terbaru.jpg 600w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/tabel-ptkp-pph-21-terbaru-300x251.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Arti_Kode_PTKP\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Arti Kode PTKP<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lajang_TK\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\">Lajang (TK)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>TK\/0: tidak kawin dan tidak ada tanggungan.<\/li>\n<li>TK\/1: tidak kawin dan 1 tanggungan.<\/li>\n<li>TK\/2: tidak kawin dan 2 tanggungan.<\/li>\n<li>TK\/3: tidak kawin dan 3 tanggungan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menikah_K\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\">Menikah (K)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>PTKP K\/0: kawin dan tidak ada tanggungan.<\/li>\n<li>PTKP K\/1: kawin dan 1 tanggungan.<\/li>\n<li>PTKP K\/2: kawin dan 2 tanggungan.<\/li>\n<li>PTKP K\/3: kawin dan 3 tanggungan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"PTKP_Digabung\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\">PTKP Digabung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ol>\n<li>PTKP K\/I\/0: penghasilan suami dan istri digabung dan tidak ada tanggungan.<\/li>\n<li>PTKP K\/I\/1: penghasilan suami dan istri digabung dan 1 tanggungan.<\/li>\n<li>PTKP K\/I\/2: penghasilan suami dan istri digabung dan 2 tanggungan.<\/li>\n<li>PTKP K\/I\/3: penghasilan suami dan istri digabung dan 3 tanggungan.<\/li>\n<\/ol>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/426\/cara-instal-aplikasi-pph-21-e-spt-terbaru\/\">Cara Instal Aplikasi PPh 21 e-SPT Terbaru<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tarif_PPh_21\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Tarif PPh 21<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seperti sama-sama sudah kita ketahui bersama jika tarif PPh 21 merupakan tarif progresif yang artinya semakin besar penghasilan maka semakin besar tarif PPh yang dikenakan.<\/p>\n<p>Perlu diketahui bersama bahwa sebelumnya sampai tahun 2021 tarif 5% berlaku sampai batas penghasilan Rp50 juta. Kini batas penghasilan dinaikkan menjadi RP 60 juta.<\/p>\n<p>Berdasarkan UU HPP No 7 Tahun 2021, tarif pajak orang pribadi adalah sebagai berikut:<\/p>\n<div class=\"dcf-overflow-x-auto\" tabindex=\"0\">\n<table class=\"dcf-table dcf-table-bordered\">\n<thead>\n<tr>\n<th scope=\"col\">Penghasilan Kena Pajak (PKP)<\/th>\n<th scope=\"col\">Tarif Pajak<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td data-label=\"Penghasilan Kena Pajak (PKP)\">Penghasilan tahunan hingga Rp60.000.000<\/td>\n<td data-label=\"Tarif Pajak\">5%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Penghasilan Kena Pajak (PKP)\">Penghasilan tahunan di atas Rp60.000.000 \u2013 Rp250.000.000<\/td>\n<td data-label=\"Tarif Pajak\">15%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Penghasilan Kena Pajak (PKP)\">Penghasilan tahunan di atas Rp250.000.000 \u2013 Rp500.000.000<\/td>\n<td data-label=\"Tarif Pajak\">25%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Penghasilan Kena Pajak (PKP)\">Penghasilan tahunan di atas Rp500.000.000 \u2013 Rp 5 M<\/td>\n<td data-label=\"Tarif Pajak\">30%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Penghasilan Kena Pajak (PKP)\">Penghasilan tahunan di atas Rp 5 M<\/td>\n<td data-label=\"Tarif Pajak\">35%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Untuk seseorang yang memiliki penghasilan dibawah Rp 50 juta perbulan maka tidak dikenakan pajak.<\/li>\n<li>Untuk wajib pajak yang tidak memiliki NPWP maka tarif yang dikenakan lebih tinggi 20% dari tarif yang ditetapkan.<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/433\/cara-menghitung-tarif-progresif-pph-21-sesuai-uu-hpp\/\">Cara Menghitung Tarif Progresif PPh 21 Sesuai UU HPP<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kepemilikan_NPWP\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Kepemilikan NPWP<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Faktor yang mempengaruhi perhitungan pajak yang selanjutnya adalah kepemilikan NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. Karyawan yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif pajak 20% lebih besar dari tarif yang berlaku.<\/p>\n<p>Selain itu pekerja WNA yang memiliki NPWP akan dikenakan PPh 21, sedangkan ekspatriat yang tidak memiliki NPWP dan bekerja kurang dari 183 hari akan dikenakan PPh 26.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/499\/cara-menghitung-pph-21-tanpa-npwp-pada-karyawan\/\">Cara Menghitung PPh 21 Tanpa NPWP Pada Karyawan<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Hitung_PPh21\"><\/span>Metode Hitung PPh21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dirjen Pajak memperbolehkan 3 metode perhitungan PPh 21 untuk karyawan tetap, yakni sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Gross (Perusahaan tidak menanggung PPh 21).<\/li>\n<li>Gross up (Gaji Bersih dengan Tunjangan Pajak).<\/li>\n<li>Net (Gaji bersih, perusahaan yang membayar PPh 21).<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/415\/cara-menghitung-pph-21-dengan-metode-gross-gross-up-dan-net\/\">Cara Menghitung PPh 21 dengan Metode Gross, Gross-Up dan Net<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-521 size-full\" src=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-1.jpg\" alt=\"cara menghitung pph 21 (1)\" width=\"1200\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-1.jpg 1200w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-1-300x157.jpg 300w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-1-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-1-768x402.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_PPh_21\"><\/span>Cara Menghitung PPh 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lalu bagaimana cara menghitung PPh 21 yang sesuai dengan ketentuan? Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara menghitung PPh 21 karyawan tetap, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu apa itu karyawan tetap.<\/p>\n<p>Seperti dikutip dari laman Dirjen Pajak, karyawan tetap adalah karyawan yang menerima penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur atau pegawai yang berstatus kontrak dalam jangka waktu tertentu yang menerima penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur.<\/p>\n<p>Nah berikut ini adalah langkah-langkah cara menghitung PPh 21:<\/p>\n<ul>\n<li>Hitung penghasilan bruto<\/li>\n<li>Hitung biaya jabatan<\/li>\n<li>Hitung penghasilan neto<\/li>\n<li>Hitung penghasilan kena pajak<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/477\/cara-menghitung-pph-21-bukan-pegawai-dan-ketentuannya\/\">Cara Menghitung PPh 21 Bukan Pegawai<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Agar lebih jelas simak penjelasannya berikut ini:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hitung_penghasilan_bruto\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Hitung penghasilan bruto<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penghasilan bruto adalah jumlah keseluruhan komponen pendapatan yang diterima karyawan yang bersifat teratur dan tidak teratur. Ini meliputi gaji pokok, tunjangan jabatan, lembur, bonus, dan tunjangan hari raya.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah rumusnya:<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border: 3px dotted #ff474c; padding: 17px; text-align: center;\"><strong>Penghasilan bruto = gaji pokok + tunjangan + THR + uang lembur + penghasilan lain-lain<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hitung_biaya_jabatan_dan_iuran_lain\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Hitung biaya jabatan dan iuran lain<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Biaya jabatan adalah biaya yang dikeluarkan karyawan untuk mendapatkan dan memelihara penghasilan. Berdasarkan peraturan Dirjen Pajak No 16 Tahun 2016, besarnya biaya jabatan adalah 5% dari penghasilan bruto dan paling banyak adalah Rp 6 juta dalam satu tahun atau RP 500 ribu dalam sebulan.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah rumusnya:<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border: 3px dotted #ff474c; padding: 17px; text-align: center;\"><strong>Biaya jabatan = 5% x Penghasilan Bruto<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/469\/tarif-biaya-jabatan-pph-21\/\">Tarif Biaya Jabatan PPh 21 Terbaru dan Cara Menghitungnya<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hitung_penghasilan_neto\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Hitung penghasilan neto<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penghasilan neto adalah hasil dari penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan dan iuran pensiun. Angka dari penghasilan neto bukanlah penghasilan yang langsung dikenakan pajak, akan tetapi penghasilan neto harus dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak terlebih dahulu.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border: 3px dotted #ff474c; padding: 17px; text-align: center;\"><strong>Penghasilan neto = Penghasilan bruto &#8211; (biaya jabatan + iuran pensiun)<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hitung_Penghasilan_Kena_Pajak\"><\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Hitung Penghasilan Kena Pajak<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penghasilan kena pajak adalah hasil dari penghasilan neto dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak. Untuk menentukan penghasilan tidak kena pajak sudah kita bahas di atas.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border: 3px dotted #ff474c; padding: 17px; text-align: center;\"><strong>PKP = Penghasilan neto &#8211; PTKP<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-524 size-full\" src=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-2.jpg\" alt=\"cara menghitung pph 21 (2)\" width=\"1200\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-2.jpg 1200w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-2-300x157.jpg 300w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-2-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/cara-menghitung-pph-21-2-768x402.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan_PPh_21\"><\/span>Contoh Perhitungan PPh 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Fadil Kurniawan adalah seorang karyawan di perusahaan PT. Sunny Energy dengan status menikah dan memiliki 2 orang anak.<\/p>\n<p>Istri fadil merupakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap. Fadil menerima gaji sebesar 8 juta perbulan dan tunjangan 2 juta perbulan.<\/p>\n<p>Perusahaan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 1% dari gaji, Rp 80 ribu perbulan untuk Jaminan Pensiun dan 2 % untuk iuran Jaminan Hari Tua 2% dari gaji.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/439\/cara-menghitung-pph-21-karyawan-freelance-yang-benar\/\">Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Freelance yang Benar<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) dibayar oleh perusahaan dengan jumlah masing-masing 0,24 % dan 0,3% dari gaji.<\/p>\n<p>Pada bulan Januari 2023, selain menerima gaji, Fadil juga menerima bonus penjualan sebanyak Rp 10 juta.<\/p>\n<p>Maka PPh yang harus dibayar fadil adalah sebagai berikut:<\/p>\n<div class=\"dcf-overflow-x-auto\" tabindex=\"0\">\n<table class=\"dcf-table dcf-table-bordered\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\"text-align: left;\" scope=\"col\">Gaji Pokok<\/th>\n<th scope=\"col\"><\/th>\n<th style=\"text-align: right;\" scope=\"col\">8.000.000<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\">(i) Tunjangan-Tunjangan<\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\">2.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\">(ii) JKK 0,24%<\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\">19.200<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\">JK 0,3%<\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\">24.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>Penghasilan Bruto<\/strong><\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: right;\" data-label=\"8.000.000\"><strong>10.043.200<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>Pengurangan:<\/strong><\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\">1. Biaya jabatan 5% x 10.043.200<\/td>\n<td>502.160<\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\">2. Iuran Jaminan Hari Tua (JHT), 2% dari gaji pokok<\/td>\n<td>160.000<\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\">3. Jaminan Pensiun (JP), 1% dari gaji pokok<\/td>\n<td>80.000<\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\">-742.160<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>Penghasilan neto sebulan<\/strong><\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><strong>9.301.040<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>Penghasilan neto setahun <\/strong>(12 x 9.301.040)<\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><strong>111.612.480<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>PTKP (K\/3)<\/strong><\/td>\n<td><strong>72.000.000<\/strong><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\">72.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>PKP <\/strong>(Penghasilan Neto &#8211; PTKP)<\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><strong>39.612.480<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\">Pembulatan ke bawah<\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\">39.612.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>PPh Terutang 5% x 39.612.000 (1 Tahun)<\/strong><\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><strong>1.980.600<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-label=\"Gaji Pokok\"><strong>PPh 21 Bulan Juli Fadil<\/strong>: 1.980.600\/12<\/td>\n<td><\/td>\n<td data-label=\"8.000.000\">165.050<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #ff474c; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/463\/cara-menghitung-pph-21-dengan-excel\/\">Cara Menghitung PPh 21 dengan Excel Sesuai UU HPP<\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_PPh_21_Menggunakan_Aplikasi_OnTime_Payroll\"><\/span>Cara Menghitung PPh 21 Menggunakan Aplikasi OnTime Payroll<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Anda hanya perlu memasukkan data-data karyawan tanpa perlu repot-repot menggunakan rumus-rumus excel. Sehinggga pekerjaan perhitungan PPh 21 dapat dilakukan dengan mudah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.programgaji.com\/user\/register?referralCode=dfhrzl\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><button>Gunakan OnTime Payroll Sekarang!<\/button><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Programgaji.com &#8211; Mari kita pahami apa yang dimaksud dengan PPh 21. Pada artikel ini kami akan berikan penjelasan apa itu PPh 21 dan cara menghitungnya. Sebelum kita bahas lebih lanjut, apakah kamu sudah tahu selain bisa untuk absensi karyawan, Aplikasi Ontime Payroll juga bisa mempermudah dan mempercepat perhitungan gaji karyawan? Apa itu PPh 21? Pajak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":523,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"rank_math_focus_keyword":"","rank_math_description":"","rank_math_opengraph_description":"","rank_math_title":"","rank_math_opengraph_title":"","rank_math_opengraph_image":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[23,29,13,9,28,22],"class_list":["post-507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pph21","tag-aturan-pph-21","tag-cara-menghitung-pph-21","tag-payroll","tag-potongan-gaji","tag-tarif-progresif-pph-21","tag-undang-undang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=507"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6262,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507\/revisions\/6262"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}