{"id":5578,"date":"2024-12-20T16:05:03","date_gmt":"2024-12-20T09:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/?p=5578"},"modified":"2024-12-30T17:06:21","modified_gmt":"2024-12-30T10:06:21","slug":"fenomena-quiet-quitting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/","title":{"rendered":"Fenomena Quiet Quitting: Cara Menghadapinya di Tempat Kerja"},"content":{"rendered":"<p>Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena <em>quiet quitting<\/em> sudah semakin sering dibicarakan di dunia kerja.<\/p>\n<p>Istilah ini mungkin bukan suatu hal yang positif di perusahaan, karena dampaknya cukup memberikan penekanan dalam produktivitas kerja.<\/p>\n<p>Kenapa bisa seperti itu? Hal ini bisa terjadi karena fenomena ini merupakan tindakan yang dihasilkan dari bentuk pekerjaan dari para karyawan.<\/p>\n<p>Penasaran tentang pengertian lengkapnya? Ayo simak penjelasan lengkap seputar fenomena <em>quiet quitting <\/em>di bawah ini!<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #33546D; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perjanjian-kerahasiaan-kerja\/\">Perjanjian Kerahasiaan Kerja: Bagaimana Bentuk Implikasinya?<\/a><\/strong><\/div>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_69_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#Apa_Itu_Fenomena_Quiet_Quitting\" title=\"Apa Itu Fenomena Quiet Quitting?\">Apa Itu Fenomena Quiet Quitting?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#Penyebab_Utama_Fenomena_Quiet_Quitting\" title=\"Penyebab Utama Fenomena Quiet Quitting\">Penyebab Utama Fenomena Quiet Quitting<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#1_Kelelahan_BerkerjaBurnout\" title=\"1. Kelelahan Berkerja(Burnout)\">1. Kelelahan Berkerja(Burnout)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#2_Kurangnya_Penghargaan_dan_Pengakuan\" title=\"2. Kurangnya Penghargaan dan Pengakuan\">2. Kurangnya Penghargaan dan Pengakuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#3_Kurangnya_Kesempatan_Pengembangan_Karir\" title=\"3. Kurangnya Kesempatan Pengembangan Karir\">3. Kurangnya Kesempatan Pengembangan Karir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#4_Kualitas_Kepemimpinan_yang_Buruk\" title=\"4. Kualitas Kepemimpinan yang Buruk\">4. Kualitas Kepemimpinan yang Buruk<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#Cara_Menghadapi_Fenomena_Quiet_Quitting\" title=\"Cara Menghadapi Fenomena Quiet Quitting\">Cara Menghadapi Fenomena Quiet Quitting<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#1_Menciptakan_Komunikasi_Terbuka_dan_Transparan\" title=\"1. Menciptakan Komunikasi Terbuka dan Transparan\">1. Menciptakan Komunikasi Terbuka dan Transparan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#2_Memberikan_Penghargaan_dan_Pengakuan\" title=\"2. Memberikan Penghargaan dan Pengakuan\">2. Memberikan Penghargaan dan Pengakuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#3_Menawarkan_Kesempatan_Pengembangan_Karir\" title=\"3. Menawarkan Kesempatan Pengembangan Karir\">3. Menawarkan Kesempatan Pengembangan Karir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#4_Mengurangi_Beban_Kerja_yang_Berlebihan\" title=\"4. Mengurangi Beban Kerja yang Berlebihan\">4. Mengurangi Beban Kerja yang Berlebihan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/fenomena-quiet-quitting\/#5_Meningkatkan_Kualitas_Kepemimpinan\" title=\"5. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan\">5. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Fenomena_Quiet_Quitting\"><\/span>Apa Itu Fenomena <em>Quiet Quitting<\/em>?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengertian dari <em>Quiet quitting<\/em> pada dasarnya tidak seputar pengunduran diri karyawan pada sebuah pekerjaan di perusahaan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, ini adalah kondisi di mana karyawan bekerja hanya pada level yang diperlukan, dan tidak berusaha untuk lebih berkontribusi atau berpartisipasi aktif dalam aktivitas di luar jam kerja mereka.<\/p>\n<p>Fenomena ini biasanya timbul dari perasaan apatis terhadap pekerjaan, meskipun karyawan tersebut masih bekerja secara fisik di tempat kerja.<\/p>\n<p>Karyawan yang terjebak dalam fenomena <em>quiet quitting, <\/em>sering kali berasal dari karyawan yang merasa tidak dihargai dan tidak memiliki peluang untuk berkembang di tempat kerjanya.<\/p>\n<p>Mereka merasa bahwa pekerjaan mereka hanya menuntut untuk memenuhi kewajiban tanpa ada imbalan yang sesuai.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, <em>quiet quitting<\/em> ini bukan hanya masalah individu. Tetapi masalah yang dapat mempengaruhi budaya dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #33546D; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/pilar-people-analytics\/\">Pilar People Analytics: Data Terbaik untuk Keputusan HRD!<\/a><\/strong><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Utama_Fenomena_Quiet_Quitting\"><\/span>Penyebab Utama Fenomena <em>Quiet Quitting<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5585\" src=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/3-13.jpg\" alt=\"Penyebab Utama Fenomena Quiet Quitting\" width=\"2000\" height=\"1414\" srcset=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/3-13.jpg 2000w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/3-13-300x212.jpg 300w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/3-13-1024x724.jpg 1024w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/3-13-768x543.jpg 768w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/3-13-1536x1086.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><\/p>\n<p>Fenomena\u00a0<em>quiet quitting\u00a0<\/em>ini tentu tidak akan menyelimuti perasaan karyawan jika tidak berdasarkan pengalaman kerja mereka.<\/p>\n<p>Secara logikanya, kondisi lingkungan kerja merupakan penyebab yang akan membangun kebiasaan karyawan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Namun selain lingkungan kerja, terdapat beberapa faktor penyebab utama yang mendorong karyawan untuk terlibat dalam <em>quiet quitting.<\/em><\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa penyebab tersebut!<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kelelahan_BerkerjaBurnout\"><\/span>1. Kelelahan Berkerja(Burnout)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu alasan paling umum mengapa karyawan mulai melakukan <em>quiet quitting<\/em> adalah kelelahan atau burnout saat berkerja.<\/p>\n<p>Jika karyawan merasa terbebani dengan terlalu banyak tugas atau tekanan yang berlebihan. Mereka cenderung kehilangan motivasi dan merasa tidak ingin memberikan lebih dari yang diminta.<\/p>\n<p>Ditambah lagi jika karyawan tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari perusahaan. Semua kelelahan tersebut akhirnya berdampak pada kualitas pekerjaan dan produktivitas secara keseluruhan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kurangnya_Penghargaan_dan_Pengakuan\"><\/span>2. Kurangnya Penghargaan dan Pengakuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketika karyawan merasa bahwa usaha ekstra, namun perusahaan tidak menghargai semua hal yang sudah mereka lakukan.<\/p>\n<p>Maka motivasi karyawan untuk bekerja lebih keras mungkin akan hilang dimakan oleh waktu dan kekecewaan.<\/p>\n<p>Meskipun terdengar simpel, tetapi sebuah penghargaan dan pengakuan adalah faktor kunci yang memengaruhi semangat kerja karyawan.<\/p>\n<p>Jika perusahaan tidak mengapresiasi kontribusi mereka, karyawan bisa merasa apatis dan hanya melakukan pekerjaan yang minimal di kesempatan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><a href=\"https:\/\/app.programgaji.com\/user\/register?referralCode=ioifjf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><button>Cegah Kesulitan HRD Bersama OnTime Payroll! Coba Sekarang!<\/button><\/a><\/strong><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kurangnya_Kesempatan_Pengembangan_Karir\"><\/span>3. Kurangnya Kesempatan Pengembangan Karir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hampir semua karyawan yang berkerja di perusahaan pasti memiliki rencana karir dan target yang sudah disusun dari awal mereka masuk.<\/p>\n<p>Pengembangan karir inilah yang membuat mereka berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani tugas pada pekerjaannya.<\/p>\n<p>Namun, jika karyawan merasa tidak ada peluang untuk maju. Mereka mungkin akan langsung kehilangan motivasi saat berkerja di perusahaannya.<\/p>\n<p>Rasa kecewa inilah yang menjadi penyebab utama karyawan merasa terjebak dalam <em>quiet quitting\u00a0<\/em> dan memilih berkerja santai di setiap periodenya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kualitas_Kepemimpinan_yang_Buruk\"><\/span>4. Kualitas Kepemimpinan yang Buruk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Fenomena <em>quiet quitting <\/em>tidak hanya terjadi karena pola pikir karyawan saja. Kepemimpinan yang buruk juga sering kali menjadi salah satu penyebab karyawan melakukan <em>quiet quitting<\/em>.<\/p>\n<p>Jika pemimpin tidak dapat memberikan arahan yang jelas, karyawan mungkin akan merasa bingung untuk mengembangkan ide dalam pekerjaannya.<\/p>\n<p>Selain itu, pemimpin yang tidak mendengarkan keluhan atau kebutuhan karyawan juga akan menjadi penyebab turunnya semangat kerja tim.<\/p>\n<p>Karyawan akan merasa bahwa pimpinannya tidak memberikan dukungan yang cukup, sehingga mereka juga tidak ingin berkerja ekstra untuk timnya.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f6f6f6; border-left: 5px solid #33546D; border-radius: 10px; padding: 17px; text-align: left;\"><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/etika-dalam-dunia-hrd\/\">Etika dalam Dunia HRD: Cara Menjaga Profesionalisme Kerja!<\/a><\/strong><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghadapi_Fenomena_Quiet_Quitting\"><\/span>Cara Menghadapi Fenomena <em>Quiet Quitting<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5586\" src=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/4-8.jpg\" alt=\"Cara Menghadapi Fenomena Quiet Quitting\" width=\"2000\" height=\"1414\" srcset=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/4-8.jpg 2000w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/4-8-300x212.jpg 300w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/4-8-1024x724.jpg 1024w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/4-8-768x543.jpg 768w, https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/4-8-1536x1086.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><\/p>\n<p>Setelah mengetahui penyebab utama dari <em>quiet quitting,\u00a0<\/em>maka perusahaan bisa mengambil tindakan perbaikan lebih baik untuk lingkungankerjanya.<\/p>\n<p>Untuk mengurangi atau mengatasi fenomena <em>quiet quitting<\/em>, perusahaan perlu melakukan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan<\/p>\n<p>Berikut adalah gambaran langkah-langkah yang dapat diambil perusahaan untuk mencegah fenomena <em>quiet quitting\u00a0<\/em>ini!<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menciptakan_Komunikasi_Terbuka_dan_Transparan\"><\/span>1. Menciptakan Komunikasi Terbuka dan Transparan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu cara terbaik untuk mencegah <em>quiet quitting<\/em> adalah dengan membangun komunikasi yang terbuka antara manajemen dan karyawan.<\/p>\n<p>Perusahaan harus memberi ruang bagi karyawan untuk berbicara tentang tantangan yang mereka hadapi. Perusahaan juga harus mendengarkan masukan serta umpan balik mereka.<\/p>\n<p>Melalui komunikasi yang terbuka, perusahaan dapat mengidentifikasi masalah lebih awal dan memberikan solusi yang sesuai.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Memberikan_Penghargaan_dan_Pengakuan\"><\/span>2. Memberikan Penghargaan dan Pengakuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penghargaan yang memadai,\u00a0 akan sangat berharga bagi setiap usaha yang diberikan karyawan. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan semangat karyawan.<\/p>\n<p>Penghargaan ini tidak harus selalu berbentuk finansial, tetapi bisa berupa pengakuan atas pencapaian atau kontribusi mereka.<\/p>\n<p>Misalnya, memberikan pengakuan dalam rapat atau memberi peluang untuk proyek yang lebih menarik. Hal ini memberi pesan bahwa kontribusi mereka dihargai dan diakui.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><a href=\"https:\/\/app.programgaji.com\/user\/register?referralCode=ioifjf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><button>Ingin Mengelola Karyawan Dengan Mudah? OnTime Payroll Solusinya!<\/button><\/a><\/strong><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menawarkan_Kesempatan_Pengembangan_Karir\"><\/span>3. Menawarkan Kesempatan Pengembangan Karir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Karyawan yang merasa memiliki kesempatan untuk berkembang, sering kali akan lebih termotivasi untuk berkontribusi lebih banyak.<\/p>\n<p>Perusahaan bisa merancang program pelatihan dan pengembangan untuk karyawan. Perusahaan juga harus siap membuka peluang promosi bagi seluruh karyawan yang berkerja dengan baik.<\/p>\n<p>Peluang promosi ini akan mengurangi rasa stagnasi yang dapat menyebabkan fenomena <em>quiet quitting <\/em>di lingkungan kerja.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mengurangi_Beban_Kerja_yang_Berlebihan\"><\/span>4. Mengurangi Beban Kerja yang Berlebihan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika beban kerja karyawan terlalu tinggi, maka perusahaan harus siap memberikan dukungan yang cukup untuk penyelesaiannya.<\/p>\n<p>Namun jika perusahaan tidak memberikan dukungan apapun, karyawan akan terbebani dan mungkin terjebak dalam <em>quiet quitting<\/em>.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, memastikan karyawan memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sangat penting untuk mencegah burnout dan menjaga motivasi mereka.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Meningkatkan_Kualitas_Kepemimpinan\"><\/span>5. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kepemimpinan yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.<\/p>\n<p>Pemimpin yang baik mampu memberi arah yang jelas, mendengarkan keluhan karyawan, dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Pemimpin yang bisa menciptakan rasa kebersamaan dan rasa memiliki dalam tim akan sangat membantu dalam mengurangi fenomena <em>quiet quitting<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena quiet quitting sudah semakin sering dibicarakan di dunia kerja. Istilah ini mungkin bukan suatu hal yang positif di perusahaan, karena dampaknya cukup memberikan penekanan dalam produktivitas kerja. Kenapa bisa seperti itu? Hal ini bisa terjadi karena fenomena ini merupakan tindakan yang dihasilkan dari bentuk pekerjaan dari para karyawan. Penasaran tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":5584,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"rank_math_focus_keyword":"","rank_math_description":"","rank_math_opengraph_description":"","rank_math_title":"","rank_math_opengraph_title":"","rank_math_opengraph_image":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[416,194,374,195,101],"class_list":["post-5578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan","tag-fenomena-quiet-quitting","tag-karyawan","tag-kinerja-karyawan","tag-perusahaan","tag-tips"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5578"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5964,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5578\/revisions\/5964"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}