{"id":8093,"date":"2025-07-05T10:01:16","date_gmt":"2025-07-05T03:01:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/"},"modified":"2025-07-05T10:01:16","modified_gmt":"2025-07-05T03:01:16","slug":"perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/","title":{"rendered":"Perhitungan PPh 21 untuk Karyawan dengan Penghasilan Campuran"},"content":{"rendered":"<p>Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) bagi karyawan dengan penghasilan campuran, yaitu penghasilan yang berasal dari pekerjaan tetap dan sumber penghasilan lainnya, membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan dengan perhitungan PPh 21 bagi karyawan dengan penghasilan tetap saja. Kompleksitas ini timbul karena adanya perbedaan perlakuan pajak terhadap masing-masing jenis penghasilan. Artikel ini akan membahas secara rinci bagaimana cara menghitung PPh 21 bagi karyawan dengan penghasilan campuran, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta contoh kasus untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_69_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/#Memahami_Jenis_Penghasilan_Campuran\" title=\"Memahami Jenis Penghasilan Campuran\">Memahami Jenis Penghasilan Campuran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/#Faktor-faktor_yang_Mempengaruhi_Perhitungan_PPh_21\" title=\"Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perhitungan PPh 21\">Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perhitungan PPh 21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/#Langkah-langkah_Perhitungan_PPh_21\" title=\"Langkah-langkah Perhitungan PPh 21\">Langkah-langkah Perhitungan PPh 21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/#Contoh_Kasus_Perhitungan_PPh_21\" title=\"Contoh Kasus Perhitungan PPh 21\">Contoh Kasus Perhitungan PPh 21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/#Pentingnya_Penggunaan_Aplikasi_Penggajian\" title=\"Pentingnya Penggunaan Aplikasi Penggajian\">Pentingnya Penggunaan Aplikasi Penggajian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/perhitungan-pph-21-untuk-karyawan-dengan-penghasilan-campuran\/#Memilih_Software_House_Terbaik\" title=\"Memilih Software House Terbaik\">Memilih Software House Terbaik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 id=\"memahamijenispenghasilancampuran\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Jenis_Penghasilan_Campuran\"><\/span>Memahami Jenis Penghasilan Campuran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penghasilan campuran dapat berupa kombinasi antara gaji bulanan (penghasilan tetap) dengan penghasilan tidak tetap seperti honorarium, komisi, bonus, uang lembur, atau penghasilan lain yang diterima secara tidak teratur. Bahkan, penghasilan dari pekerjaan lepas atau bisnis sampingan juga termasuk dalam kategori ini. Pemahaman yang tepat mengenai jenis-jenis penghasilan ini sangat penting karena masing-masing jenis penghasilan memiliki aturan perhitungan PPh 21 yang berbeda.<\/p>\n<h2 id=\"faktorfaktoryangmempengaruhiperhitunganpph21\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor-faktor_yang_Mempengaruhi_Perhitungan_PPh_21\"><\/span>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perhitungan PPh 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa faktor penting yang mempengaruhi perhitungan PPh 21 karyawan dengan penghasilan campuran meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP):<\/strong> PTKP adalah jumlah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Besaran PTKP berbeda-beda tergantung pada status perkawinan dan jumlah tanggungan wajib pajak. Informasi terbaru mengenai besaran PTKP dapat ditemukan pada peraturan perpajakan yang berlaku.<\/li>\n<li><strong>Penghasilan Kena Pajak (PKP):<\/strong> PKP diperoleh dari penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan atau biaya pensiun (jika ada) dan PTKP.<\/li>\n<li><strong>Tarif PPh 21:<\/strong> Tarif PPh 21 diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan. Tarif progresif yang berlaku saat ini terdiri dari beberapa lapisan, mulai dari 0% hingga 35%, tergantung pada besarnya PKP.<\/li>\n<li><strong>Metode Perhitungan:<\/strong> Terdapat beberapa metode perhitungan PPh 21, seperti metode <em>gross<\/em>, <em>gross-up<\/em>, dan <em>net<\/em>. Pemilihan metode yang tepat akan mempengaruhi jumlah PPh 21 yang dipotong.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 id=\"langkahlangkahperhitunganpph21\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah-langkah_Perhitungan_PPh_21\"><\/span>Langkah-langkah Perhitungan PPh 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menghitung PPh 21 bagi karyawan dengan penghasilan campuran:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Hitung Penghasilan Bruto:<\/strong> Jumlahkan seluruh penghasilan yang diterima, baik penghasilan tetap maupun tidak tetap, dalam satu periode pajak (biasanya bulanan atau tahunan).<\/li>\n<li><strong>Kurangkan Biaya Jabatan\/Pensiun:<\/strong> Biaya jabatan adalah biaya yang diperbolehkan sebagai pengurang penghasilan bruto. Besarnya biaya jabatan adalah 5% dari penghasilan bruto, maksimal Rp500.000 per bulan atau Rp6.000.000 per tahun. Biaya pensiun juga dapat dikurangkan jika karyawan membayar iuran pensiun.<\/li>\n<li><strong>Hitung Penghasilan Neto:<\/strong> Kurangkan biaya jabatan\/pensiun dari penghasilan bruto.<\/li>\n<li><strong>Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP):<\/strong> Kurangkan PTKP dari penghasilan neto. Jika penghasilan neto setahun kurang dari PTKP, maka PKP adalah nol dan tidak ada PPh 21 yang terutang.<\/li>\n<li><strong>Hitung PPh 21 Terutang:<\/strong> Kalikan PKP dengan tarif PPh 21 yang berlaku. Karena tarif PPh 21 bersifat progresif, maka PKP perlu dipecah sesuai dengan lapisan tarif yang berlaku.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 id=\"contohkasusperhitunganpph21\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Perhitungan_PPh_21\"><\/span>Contoh Kasus Perhitungan PPh 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebagai contoh, seorang karyawan bernama Budi memiliki status menikah dan memiliki 2 anak. Budi bekerja sebagai karyawan tetap dengan gaji Rp10.000.000 per bulan. Selain itu, ia juga menerima komisi sebesar Rp2.000.000 pada bulan tersebut. PTKP Budi adalah Rp72.000.000 per tahun (sesuai ketentuan terbaru).<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Penghasilan Bruto Bulanan:<\/strong> Rp10.000.000 (gaji) + Rp2.000.000 (komisi) = Rp12.000.000<\/li>\n<li><strong>Biaya Jabatan:<\/strong> 5% x Rp12.000.000 = Rp600.000 (karena melebihi batas maksimal Rp500.000, maka yang digunakan adalah Rp500.000)<\/li>\n<li><strong>Penghasilan Neto Bulanan:<\/strong> Rp12.000.000 &#8211; Rp500.000 = Rp11.500.000<\/li>\n<li><strong>Penghasilan Neto Setahun:<\/strong> Rp11.500.000 x 12 = Rp138.000.000<\/li>\n<li><strong>Penghasilan Kena Pajak (PKP):<\/strong> Rp138.000.000 &#8211; Rp72.000.000 = Rp66.000.000<\/li>\n<li><strong>PPh 21 Terutang Setahun:<\/strong>\n<ul>\n<li>5% x Rp60.000.000 = Rp3.000.000<\/li>\n<li>15% x Rp6.000.000 = Rp900.000<\/li>\n<li>Total PPh 21 Terutang Setahun = Rp3.000.000 + Rp900.000 = Rp3.900.000<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>PPh 21 Terutang Sebulan:<\/strong> Rp3.900.000 \/ 12 = Rp325.000<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jadi, PPh 21 yang harus dipotong dari penghasilan Budi pada bulan tersebut adalah Rp325.000.<\/p>\n<h2 id=\"pentingnyapenggunaanaplikasipenggajian\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Penggunaan_Aplikasi_Penggajian\"><\/span>Pentingnya Penggunaan Aplikasi Penggajian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perhitungan PPh 21 dengan penghasilan campuran dapat menjadi rumit dan memakan waktu jika dilakukan secara manual. Untuk menghindari kesalahan perhitungan dan efisiensi waktu, sebaiknya perusahaan menggunakan <a href=\"https:\/\/www.programgaji.com\/\">aplikasi penggajian<\/a> yang terpercaya. Aplikasi ini dapat secara otomatis menghitung PPh 21 berdasarkan data penghasilan dan status karyawan.<\/p>\n<h2 id=\"memilihsoftwarehouseterbaik\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memilih_Software_House_Terbaik\"><\/span>Memilih Software House Terbaik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain aplikasi penggajian, perusahaan juga perlu mempertimbangkan penggunaan jasa <a href=\"https:\/\/www.phisoft.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">software house terbaik<\/a> untuk mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi. Sistem yang terintegrasi dapat memudahkan pengelolaan data karyawan dan perhitungan pajak. Dengan dukungan teknologi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan keuangan dan perpajakan.<\/p>\n<p>Dengan memahami cara perhitungan PPh 21 untuk karyawan dengan penghasilan campuran dan memanfaatkan teknologi yang tersedia, perusahaan dapat memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan dan mengelola keuangan secara efektif.<\/p>\n<p>artikel_disini<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) bagi karyawan dengan penghasilan campuran, yaitu penghasilan yang berasal dari pekerjaan tetap dan sumber penghasilan lainnya, membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan dengan perhitungan PPh 21 bagi karyawan dengan penghasilan tetap saja. Kompleksitas ini timbul karena adanya perbedaan perlakuan pajak terhadap masing-masing jenis penghasilan. Artikel ini akan membahas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":8092,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"rank_math_focus_keyword":"PPh 21, penghasilan campuran, perhitungan PPh 21, PTKP, PKP, tarif PPh 21, aplikasi penggajian, software house terbaik","rank_math_description":"Panduan lengkap perhitungan PPh 21 untuk karyawan dengan penghasilan campuran. Pelajari langkah-langkah perhitungan, faktor yang mempengaruhi, dan contoh kasus untuk memastikan kepatuhan pajak yang akurat.","rank_math_opengraph_description":"","rank_math_title":"","rank_math_opengraph_title":"","rank_math_opengraph_image":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-8093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pph21"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8093"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8093\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.programgaji.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}