Dasar Hukum Pengupahan Karyawan Menurut Peraturan Terbaru di Indonesia

Dasar hukum pengupahan karyawan di Indonesia merupakan aspek krusial dalam memastikan keadilan dan kesejahteraan bagi tenaga kerja. Regulasi terkait pengupahan terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika ekonomi dan kebutuhan sosial. Memahami peraturan terbaru menjadi penting bagi perusahaan maupun karyawan untuk menghindari sengketa dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021: Angin Segar Pengupahan

Salah satu tonggak penting dalam regulasi pengupahan di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. PP ini merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang bertujuan untuk menyederhanakan dan menyelaraskan berbagai ketentuan terkait ketenagakerjaan, termasuk pengupahan. PP 36/2021 membawa beberapa perubahan signifikan dalam sistem pengupahan, meliputi formula perhitungan upah minimum, struktur dan skala upah, serta mekanisme pengawasan dan penegakan hukum.

Upah Minimum: Jaring Pengaman Pekerja

Upah minimum tetap menjadi instrumen penting dalam melindungi pekerja dengan tingkat pendapatan terendah. PP 36/2021 mengatur formula perhitungan upah minimum yang mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan produktivitas. Formula ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan mencegah negosiasi upah yang terlalu rendah. Pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, memiliki kewenangan untuk menetapkan upah minimum sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup layak di wilayah masing-masing. Penting untuk dicatat bahwa upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Struktur dan Skala Upah: Penghargaan atas Kinerja dan Kompetensi

Lebih dari sekadar upah minimum, PP 36/2021 menekankan pentingnya penerapan struktur dan skala upah di perusahaan. Struktur upah menggambarkan hierarki jabatan atau golongan pekerjaan dalam perusahaan, sementara skala upah menunjukkan rentang upah untuk setiap jabatan atau golongan tersebut. Penerapan struktur dan skala upah bertujuan untuk memberikan penghargaan yang adil dan transparan kepada pekerja berdasarkan kinerja, kompetensi, pengalaman, dan kontribusi mereka kepada perusahaan. Perusahaan yang menerapkan struktur dan skala upah yang baik akan lebih mudah menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Mengelola struktur dan skala upah akan jauh lebih mudah dengan menggunakan aplikasi gaji terbaik.

Komponen Upah: Gaji Pokok dan Tunjangan

Secara umum, upah terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan. Tunjangan tetap adalah pembayaran yang diterima oleh pekerja secara teratur dan tidak terkait dengan kinerja atau kehadiran. Selain itu, perusahaan juga dapat memberikan tunjangan tidak tetap, seperti uang makan atau transportasi, yang besarannya dapat bervariasi tergantung pada kondisi dan kebijakan perusahaan.

Sanksi Pelanggaran Pengupahan: Efek Jera bagi Perusahaan

Perusahaan yang melanggar ketentuan pengupahan dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana. Sanksi administratif dapat berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha. Sanksi pidana dapat berupa denda atau kurungan. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran pengupahan bertujuan untuk memberikan efek jera bagi perusahaan dan melindungi hak-hak pekerja.

Pentingnya Kepatuhan dan Transparansi

Kepatuhan terhadap peraturan pengupahan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga investasi jangka panjang bagi perusahaan. Perusahaan yang membayar upah yang adil dan layak akan meningkatkan motivasi, produktivitas, dan loyalitas karyawan. Selain itu, transparansi dalam sistem pengupahan juga penting untuk membangun kepercayaan antara perusahaan dan karyawan. Perusahaan sebaiknya mengkomunikasikan secara jelas dan terbuka mengenai kebijakan pengupahan, struktur upah, dan kriteria penilaian kinerja kepada seluruh karyawan. Untuk mencapai efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data karyawan dan proses penggajian, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa software house terbaik dalam mengembangkan sistem HRIS yang terintegrasi.

Peran Serikat Pekerja/Buruh: Mitra Dialog Sosial

Serikat pekerja/buruh memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk hak atas upah yang layak. Serikat pekerja/buruh dapat berunding dengan pengusaha untuk mencapai kesepakatan kerja bersama (KKB) yang mengatur ketentuan pengupahan yang lebih baik dari peraturan perundang-undangan. Pemerintah juga berperan sebagai fasilitator dalam dialog sosial antara pengusaha dan serikat pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Kesimpulan

Peraturan pengupahan di Indonesia terus mengalami perkembangan untuk menciptakan sistem yang adil, transparan, dan berkelanjutan. PP 36/2021 merupakan langkah maju dalam menyederhanakan dan menyelaraskan berbagai ketentuan terkait pengupahan. Perusahaan dan karyawan perlu memahami peraturan terbaru dan bekerja sama untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Kepatuhan terhadap peraturan pengupahan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas, loyalitas, dan daya saing perusahaan.

Scroll to Top