Komponen Potongan Gaji yang Wajib Dicantumkan di Slip Gaji

Di era digital ini, transparansi dalam pengelolaan sumber daya manusia menjadi semakin penting. Salah satu aspek krusial dalam hal ini adalah slip gaji. Lebih dari sekadar lembaran kertas atau file digital, slip gaji merupakan dokumen penting yang merinci hak dan kewajiban pekerja serta perusahaan. Kejelasan informasi pada slip gaji membantu membangun kepercayaan antara karyawan dan perusahaan, meminimalkan potensi konflik, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pemahaman mengenai komponen potongan gaji yang wajib dicantumkan di slip gaji menjadi esensial, baik bagi pengusaha maupun karyawan.

Gaji Pokok: Fondasi Penghasilan

Gaji pokok merupakan dasar dari seluruh perhitungan kompensasi. Ini adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan yang dilakukan. Jumlah gaji pokok harus jelas tercantum dalam slip gaji dan menjadi acuan untuk perhitungan komponen lainnya. Kejelasan ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa karyawan menerima upah sesuai dengan perjanjian kerja.

Potongan Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak Penghasilan (PPh) adalah potongan wajib yang dikenakan oleh negara atas penghasilan karyawan. Besaran PPh dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku dan disesuaikan dengan penghasilan kena pajak serta status perkawinan dan tanggungan karyawan. Slip gaji harus mencantumkan rincian PPh yang dipotong, termasuk dasar perhitungannya, sehingga karyawan dapat memahami besaran pajak yang dibayarkan dan memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perpajakan.

Iuran Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan)

BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan program jaminan sosial yang wajib diikuti oleh seluruh pekerja di Indonesia. Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dipotong dari gaji karyawan dan disetorkan kepada BPJS. Slip gaji harus mencantumkan rincian potongan iuran BPJS, baik untuk BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, serta besaran iuran yang ditanggung oleh perusahaan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa karyawan terdaftar dalam program jaminan sosial dan mendapatkan perlindungan yang sesuai.

Potongan Iuran Pensiun

Jika perusahaan memiliki program pensiun, iuran pensiun karyawan juga akan dipotong dari gaji. Besaran iuran pensiun biasanya disepakati antara karyawan dan perusahaan. Slip gaji harus mencantumkan rincian potongan iuran pensiun, termasuk nama lembaga pengelola dana pensiun dan nomor rekening karyawan di lembaga tersebut.

Potongan Pinjaman atau Angsuran

Jika karyawan memiliki pinjaman atau angsuran kepada perusahaan atau pihak ketiga yang pembayarannya melalui perusahaan, potongan tersebut juga harus dicantumkan dalam slip gaji. Rincian potongan pinjaman atau angsuran harus jelas, termasuk jenis pinjaman, jumlah angsuran, dan sisa pinjaman.

Potongan Absensi (Jika Ada)

Jika karyawan melakukan pelanggaran absensi, seperti terlambat atau tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, perusahaan berhak melakukan pemotongan gaji. Potongan absensi harus dicantumkan dalam slip gaji dengan rincian yang jelas, termasuk tanggal dan durasi pelanggaran absensi serta besaran potongan yang dikenakan.

Potongan Lain-lain yang Disepakati

Selain komponen-komponen di atas, slip gaji juga dapat mencantumkan potongan lain-lain yang disepakati antara karyawan dan perusahaan, seperti potongan iuran serikat pekerja, potongan zakat, atau potongan donasi. Potongan lain-lain ini harus didasarkan pada persetujuan tertulis dari karyawan dan dicantumkan dengan rincian yang jelas di slip gaji.

Pentingnya Transparansi dan Kejelasan

Penting untuk diingat bahwa slip gaji bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga merupakan cerminan dari transparansi dan profesionalisme perusahaan. Dengan menyajikan informasi yang lengkap dan jelas mengenai komponen potongan gaji, perusahaan dapat membangun kepercayaan dengan karyawan, meminimalkan potensi konflik, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk memudahkan pengelolaan gaji dan memastikan akurasi serta transparansi, banyak perusahaan kini beralih menggunakan sistem penggajian terintegrasi. Pilihlah aplikasi gaji terbaik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Selain itu, penting untuk memilih software house terbaik yang berpengalaman dalam mengembangkan sistem HRIS yang komprehensif, termasuk modul penggajian yang terintegrasi dengan komponen-komponen potongan yang wajib dicantumkan di slip gaji. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan bahwa pengelolaan gaji dilakukan secara efisien, akurat, dan transparan.

Scroll to Top