BPJS Ketenagakerjaan merupakan program jaminan sosial yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Indonesia. Bagi karyawan tetap, memahami cara menghitung manfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat penting agar dapat merencanakan keuangan dan memanfaatkan hak-hak yang dimiliki secara optimal. Program ini terdiri dari beberapa jenis jaminan, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP). Masing-masing jaminan memiliki cara perhitungan dan manfaat yang berbeda.
Table of Contents
Memahami Komponen BPJS Ketenagakerjaan
Sebelum menghitung manfaat, penting untuk memahami komponen iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan oleh karyawan dan perusahaan. Iuran ini dihitung berdasarkan persentase dari upah bulanan karyawan. Berikut adalah rincian persentase iuran untuk setiap jenis jaminan bagi karyawan tetap:
- Jaminan Hari Tua (JHT): 2% ditanggung karyawan, 3.7% ditanggung perusahaan.
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Ditanggung perusahaan, besarannya bervariasi tergantung pada tingkat risiko pekerjaan (0.24% – 1.74%).
- Jaminan Kematian (JKm): Ditanggung perusahaan sebesar 0.3% dari upah.
- Jaminan Pensiun (JP): 1% ditanggung karyawan, 2% ditanggung perusahaan.
Cara Menghitung Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT)
JHT merupakan program yang memberikan manfaat berupa uang tunai yang dibayarkan sekaligus saat peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Namun, pencairan JHT juga dimungkinkan sebelum pensiun dengan ketentuan tertentu.
Perhitungan saldo JHT:
Saldo JHT merupakan akumulasi dari iuran yang telah dibayarkan oleh karyawan dan perusahaan selama masa kepesertaan, ditambah dengan hasil pengembangan. Hasil pengembangan ini dipengaruhi oleh kinerja investasi BPJS Ketenagakerjaan. Untuk mengetahui saldo JHT secara pasti, Anda dapat mengakses aplikasi BPJSTKU atau mengunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
Simulasi perhitungan manfaat JHT:
Misalkan seorang karyawan memiliki upah bulanan Rp 5.000.000 dan telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun. Iuran JHT yang dibayarkan setiap bulan adalah:
- Karyawan: 2% x Rp 5.000.000 = Rp 100.000
- Perusahaan: 3.7% x Rp 5.000.000 = Rp 185.000
Total iuran JHT setiap bulan adalah Rp 285.000. Setelah 10 tahun (120 bulan), total iuran yang terkumpul adalah Rp 34.200.000. Namun, perlu diingat bahwa saldo JHT yang diterima akan lebih besar dari angka ini karena adanya hasil pengembangan.
Cara Menghitung Manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
JKK memberikan perlindungan kepada peserta apabila mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Manfaat yang diberikan meliputi biaya pengobatan, santunan cacat, santunan kematian, dan rehabilitasi.
Perhitungan manfaat JKK:
Manfaat JKK bervariasi tergantung pada tingkat risiko pekerjaan dan jenis kecelakaan atau penyakit yang dialami. Untuk mengetahui detail manfaat JKK, Anda dapat menghubungi BPJS Ketenagakerjaan atau membaca peraturan perundang-undangan terkait.
Cara Menghitung Manfaat Jaminan Kematian (JKm)
JKm memberikan santunan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia. Santunan ini meliputi santunan kematian, biaya pemakaman, dan santunan berkala.
Perhitungan manfaat JKm:
Manfaat JKm terdiri dari:
- Santunan Kematian: Rp 20.000.000
- Biaya Pemakaman: Rp 10.000.000
- Santunan Berkala: Rp 12.000.000 (dibayarkan sekaligus)
Total manfaat JKm adalah Rp 42.000.000.
Cara Menghitung Manfaat Jaminan Pensiun (JP)
JP memberikan manfaat berupa uang pensiun yang dibayarkan setiap bulan setelah peserta memasuki usia pensiun.
Perhitungan manfaat JP:
Perhitungan manfaat JP cukup kompleks dan melibatkan beberapa faktor, seperti masa iur, upah terakhir, dan faktor penghasilan. Secara sederhana, rumusnya adalah:
Manfaat Pensiun = Faktor Penghasilan x Masa Iur x Upah Terakhir
Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat, Anda dapat menggunakan kalkulator JP yang tersedia di website BPJS Ketenagakerjaan atau menghubungi customer service mereka.
Dalam mengelola gaji dan iuran BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan dapat memanfaatkan aplikasi gaji terbaik dari ProgramGaji. Sistem yang terintegrasi dan otomatis memastikan perhitungan yang akurat dan efisien.
Selain itu, jika perusahaan Anda membutuhkan solusi perangkat lunak yang lebih komprehensif, Anda bisa mempertimbangkan bekerjasama dengan software house terbaik seperti Phisoft. Mereka dapat menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Memahami cara menghitung manfaat BPJS Ketenagakerjaan adalah langkah penting untuk memaksimalkan perlindungan jaminan sosial Anda. Dengan mengetahui hak-hak Anda, Anda dapat merencanakan keuangan dengan lebih baik dan memastikan masa depan yang lebih aman.



